Tingkat Kemantapan Jalan di Landak Turun, Karolin: Anggaran Terbatas, Perbaikan Bertahap

26 Februari 2026 13:52 WIB
Bupati Karolin ketika meninjau perbaikan jalan di Kecamatan Mempawah Hulu/IST

LANDAK, Insidepontianak.com - Kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Landak kembali jadi sorotan. Keluhan warga mengenai jalan rusak masif muncul di media sosial, terutama saat musim hujan ketika jalan tanah sulit dilalui dan waktu tempuh antar-desa meningkat drastis.

Data terbaru menunjukkan tingkat kemantapan jalan kabupaten pada 2025 berada di angka 33,15 persen atau sekitar 326,39 kilometer dari total panjang 984,54 kilometer. Angka tersebut menurun dibanding 2024 yang sempat mencapai 59,22 persen.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengakui kondisi tersebut sekaligus menegaskan, keterbatasan anggaran memaksa Pemkab menyusun prioritas yang lebih ketat dalam pembangunan infrastruktur.

“Itu menjadi perhatian pemerintah daerah, dan perbaikan tetap kita lakukan secara bertahap,” kata Bupati Karolin, Kamis (26/2/2026).

Berdasarkan data Dinas PUPRPERA Kabupaten Landak, dari total 984,54 kilometer ruas jalan kabupaten, hanya sekitar sepertiganya yang masuk kategori baik dan sedang.

Sisanya masih berada dalam kondisi rusak ringan hingga berat, terutama di wilayah pedalaman.

Pada 2025, Pemkab Landak melakukan pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 8,086 kilometer, rekonstruksi 8,660 kilometer, serta rehabilitasi 0,232 kilometer.

Karolin menjelaskan, turunnya persentase jalan mantap tidak hanya disebabkan kurangnya pekerjaan fisik, melainkan juga akibat keterbatasan ruang fiskal serta penanganan yang tersebar hingga jalan desa dan non-status.

Karolin menegaskan, prioritas diberikan pada ruas yang menjadi akses utama kegiatan ekonomi dan pelayanan dasar, seperti jalur menuju puskesmas, sekolah, dan pasar.

Menurut Karolin, kini Pemkab terus memetakan tingkat kerusakan serta fungsi strategis setiap ruas untuk menentukan urutan penanganan.

“Tahun pertama periode kedua ini kita dihadapkan pada tekanan fiskal. Strateginya adalah konsolidasi layanan dasar dan perbaikan infrastruktur secara bertahap,” tutur Karolin.

Meski angka kemantapan jalan masih jauh dari ideal, Karolin memastikan pembangunan tidak berhenti. Pemerataan infrastruktur hingga desa terpencil tetap menjadi komitmen.

“Kita ingin pembangunan tidak hanya dirasakan di kota, tetapi sampai ke desa-desa yang selama ini aksesnya terbatas,” ucapnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar