Pasca-aksi Mogok Layanan Kapal Penumpang, Pemkab KKU Perketat Distribusi BBM

22 Mei 2026 15:18 WIB
Rapat koordinasi dipimpin Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari membahas soal penertiban pendistribusian BBM subsidi. (Istimewa)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) solar pascaaksi mogok massal kapal penumpang rute Rasau–Teluk Batang, pekan lau.

Pengawasan dilakukan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah itu disepakati dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, Kamis (21/5/2026).

Dalam rapat tersebut, stok BBM dipastikan aman. Namun kondisi itu berbanding terbalik dengan situasi di lapangan. Pengusaha tambang kapal motor mengaku kesulitan mendapatkan solar. Harga jual pun melonjak.

Lalu, di mana akar masalahnya?

“Setelah kami rapat, memang terjadi masalah pada pendistribusiannya,” ujar Amru.

Menurutnya, penertiban distribusi BBM yang dilakukan pemerintah membuat penyaluran ke masyarakat sempat tersendat. Sebab, sebelumnya ditemukan banyak pelanggaran dalam distribusi BBM.

“Selama ini pendistribusian di masyarakat banyak melanggar ketentuan. Ketika ditertibkan, distribusi langsung ke masyarakat jadi agak tersendat,” katanya.

Sebagai langkah pengawasan, Pemkab Kayong Utara akan memperkuat koordinasi bersama Pertamina dan pengelola SPBU untuk memastikan distribusi BBM berjalan tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan.

Selain itu, Amru juga menginstruksikan seluruh camat di Kabupaten Kayong Utara menempatkan personel Satpol PP di setiap SPBU untuk membantu pengawasan distribusi BBM.

“Kami akan membantu Pertamina dan pemilik SPBU dalam mengawasi distribusi BBM di setiap SPBU,” tegasnya.

Dengan kebijakan itu diharapkan pasokan solar kepada pihak transportasi umum termasuk penambang kapal motor tidak lagi bermasalah.***


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar