Warga Bonti Keluhkan Jalan Rusak Parah, Harap Pemkab Sanggau Segera Tangani

11 Juni 2026 16:27 WIB
Foto: insidepontianak.com -- Kondisi Jalan di Desa Bonti, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau mengalami kerusakan parah dipenuhi lumpur dan berlubang. (ist)

SANGGAU, insidepontianak.com -- Warga Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan belum mendapat penanganan maksimal. Kerusakan jalan yang dipenuhi lubang dan berlumpur itu dinilai menghambat mobilitas masyarakat serta mengganggu aktivitas ekonomi sehari-hari.

Salah seorang warga, Eko Susanto mengatakan, sejumlah titik ruas jalan di kawasan permukiman Desa Bonti mengalami kerusakan cukup serius. Saat musim hujan, jalan berlubang dan berlumpur menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.

Ia mengaku kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, kerusakan jalan yang hingga kini belum ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.

"Jalan yang berlumbang hanya ditimbun dengan tanah atau batu," katanya, Kamis (11/6/2026).

Eko bilang, kerusakan jalan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan tetapi berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kami membawa hasil kebun, mengantar anak sekolah, bahkan warga yang sakit juga harus melewati jalan ini. Kalau jalan rusak seperti ini terus, tentu sangat menyulitkan," tuturnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa segera memperbaiki sejumlah titik kerusakan pada ruas jalan Kecamatan Bonti dan tidak melakukan pembiaran yang mengakibatkan kondisi jalan semakin rusak parah.

Kemudian, Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Yeremias Marselinus juga membenarkan kondisi tersebut. Ia bilang jalan yang menghubungkan Kecamatan Bonti dan Kecamatan Parindu dengan panjang kurang lebih 15 kilometer tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah di sejumlah titik.

"Kita berharap ini mejadi perhatian khusus pemerintah daerah penanganannya yaitu jalan dan jembatannya. Kalau kita lihat memang kondisi jalan ada sudah seperti kolam ikan," kata Yeremias.

Disamping itu, Yeremias menilai kendaraan dengan beban berlebih atau over kapasitas, menjadi pemicu jalan berlubang dan rusak. Menurutnya, banyak kendaraan dengan muatan kelapa sawit membawa muatan melebihi kapasitas beban jalan.

"Khususnya loading poin ramp yang menurut saya mengakibatkan jalan rusak itu mereka. Karena kendaraan mereka selalu membawa muatan melebihi kapasitas," pungkasnya.

Yeremias berharap, masyarakat memiliki kesadaran untuk merawat dan menjaga jalan yang mereka serta tidak hanya melimpah kesalahan kepada pemerintah jika jalannya rusak.

"Masyarakat harus menyadari jalan ini milik kita semua tidak hanya tanggung jawabnya pada pemerintah saja. Tetapi kuta harus bersama menjaga agar jalan kita bisa tetap dalam kondisi yang baik," pungkasnya. (*)


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar