Program Desa Binaan Imigrasi Perkuat Layanan di Akar Rumput
SANGGAU, insidepontianak.com — Program Desa Binaan Imigrsi dinilai penting untuk mendekatkan edukasi dan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat hingga tingkat desa, khususnya di wilayah perbatasan.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Paolus Hadi, saat menghadiri talk show sosialisasi Desa Binaan Imigrasi yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau di Aula Hotel The Garden Palace Sanggau, Selasa (11/8/2026).
Paolus mengatakan, program Desa Binaan Imigrasi perlu mendapat dukungan penuh agar berjalan maksimal. Keterbatasan sumber daya manusia di Imigrasi membuat kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga pemerintah desa menjadi sangat vital.
"Kalau mau maksimal, kita bisa berkomunikasi dengan desa yang dikoordinir para camat. Itu juga membutuhkan dukungan anggaran, sehingga informasi bisa sampai ke tingkat masyarakat," kata Paolus.
Ia menilai, pemerintah desa dapat menjadi jembatan informasi keimigrasian, termasuk mengenai prosedur keberangkatan ke luar negeri secara legal serta pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Paolus juga mendorong keterlibatan tokoh masyarakat, pemuda, hingga lembaga adat agar pengawasan keimigrasian dapat dilakukan secara kolektif.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa saat ini telah terbentuk 37 Desa Binaan Imigrasi di Kalimantan Barat dengan dukungan 39 Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa).
"Desa Binaan sangat dibutuhkan untuk edukasi keimigrasian kepada masyarakat. Ini sekaligus simbol kehadiran Imigrasi hingga ke pelosok desa," ujar Wahyu.
Menurutnya, perangkat desa juga berperan penting membantu Imigrasi memberikan informasi terkait keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau, Arung Safiro Untung, menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk lima Desa Binaan Imigrasi di wilayah kerja Kanim Sanggau yang meliputi Kabupaten Sanggau, Melawi, Sintang, dan Sekadau.
"Khusus di Kabupaten Sanggau, dua desa yang sudah terbentuk adalah Desa Semuntai dan Desa Sungai Batu," jelas Arung.
Dalam kegiatan tersebut, Kanim Sanggau turut memperkenalkan inovasi bertajuk Tanya Pimpasa. Melalui layanan ini, perangkat desa dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan keimigrasian di daerahnya. Arung menegaskan, perluasan program ini akan terus berlanjut secara bertahap.
"Setelah lima desa binaan terbentuk pada tahun 2026 ini, rencananya kami akan menambah lima Desa Binaan Imigrasi lagi pada 2027 mendatang," pungkasnya.***
Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment