Harga Gas LPG 3 Kg Tembus Rp80 Ribu di Pengecer, Pemda Kapuas Hulu Gelar Pasar Murah, Harga Rp24 Ribu

11 Juni 2026 13:44 WIB
Caption: Operasi pasar murah gas LPG subsidi di Kota Putussibau, Kamis (11/06/2026). (Insidepontianak/Teofilusianto Timotius).

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Sudah hampir sepekan terakhir masyarakat Kapuas Hulu menjerit atas kenaikan dan kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram, pasalnya gas melon yang bertuliskan subsidi untuk rakyat miskin tersebut menembus harga mulai dari Rp45 ribu hingga Rp80 ribu per tabung di tingkat pengecer di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. 

Persoalan ini kembali mendapatkan respon dari Pemda Kapuas Hulu operasi pasar murah mulai gencar lagi dilaksanakan, harga dijual hanya Rp24 ribu per tabung dengan sasaran masyarakat kurang mampu. 

Pantauan insidepontianak, di lapangan, Kamis (11/06/2026) Pemda bekerja sama dengan pihak Pertamina dan pihak ketiga melaksanakan operasi pasar murah gas melon di dua titik, yakni di Waterfront Siluk Taman Alun Kota Putussibau dan di halaman Mini Market Pelangi di Kecamatan Putussibau Selatan. 

Dua lokasi tersebut ramai dipadati masyarakat, dengan bermodalkan KTP, masyarakat kurang mampu bisa menikmati gas melon subsidi. 

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan Kapuas Hulu, M Kamil menjelaskan dalam operasi pasar murah gas melon itu disiapkan sebanyak 1.120 tabung, masing-masing di dua lokasi tersebut disiapkan 560 tabung. 

"Ini upaya kita untuk menstabilkan harga serta mengatasi kelangkaan gas LPG subsidi yang dikeluhkan masyarakat," kata M Kamil saat ditemui di lokasi kegiatan. 

Kamil berharap operasi pasar murah mendatangkan manfaat dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan gas subsidi dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET). 

Rencananya operasi pasar murah akan kembali digelar pada Sabtu (13/06/2026) di lokasi berbeda. 

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kapuas Hulu, Budi Prasetyo mengatakan selain melaksanakan operasi pasar murah, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina dengan melayangkan surat permohonan penambahan kuota 286.720 tabung. 

Ia menyebutkan untuk saat ini kuota gas LPG subsidi untuk Kapuas Hulu hanya 2.257.000 tabung, sedangkan kebutuhan dan pemakaian masyarakat Kapuas Hulu semakin meningkat. 

'Yang jelas kebutuhan masyarakat akan LPG subsidi semakin meningkat, di sisi lain terkendala suplay dari Pertamina, ini yang menyebabkan langka dan harga di pengecer naik," jelas Budi. 

Budi berharap dengan usulan penambahan kuota dan operasi pasar murah dapat mengatasi persoalan gas LPG yang menjadi keluhan masyarakat. 

"Kita minta Pertamina dapat segera merealisasikan usulan penambahan kuota untuk Kapuas Hulu," pintanya. (*) 


Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -
Tags :

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar