Gubernur Ria Norsan: Festival Robo-Robo Simbol Pelestarian Warisan Budaya

12 Agustus 2026 15:18 WIB
Pembukaan Festival Robo-Robok di Kabupaten Mempawah. (Istimewa)

MEMPAWAH, insidepontianak.com - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Festival Robo-Robo di Kabupaten Mempawah.

Tradisi tahunan tersebut dinilai bukan hanya sekadar ajang merawat warisan budaya takbenda, tetapi lebih dari itu.

Robo-Robo juga menjadi momentum penting dalam merajut silaturahmi dan memperkuat persatuan.

Puncak perayaan Robo-Robo di Bumi Galaherang dipusatkan di Kuala Mempawah, Rabu (12/8/2026) pagi.

Ritual dimulai dari pencucian benda pusaka, ziarah, doa tolak bala bersama, ritual buang-buang di muara, hingga tradisi makan saprahan.

Norsan menyebut tradisi budaya itu adalah simbol napak tilas sejarah penting mengenang kedatangan Opu Daeng Manambon dari Luwu, Sulawesi Selatan.

Ia datang ke Kalimantan Barat untuk menikah dengan Ratu Kesumba dari Kerajaan Matan Tanjungpura.

Dari pernikahan itu lahir Putri Candramidi yang kemudian menikah dengan Sultan Abdurrahman Al-Kadri.

Jejak sejarah tersebut menjadi salah satu fondasi utama perkembangan Kerajaan Amantubillah Mempawah yang nilai-nilainya perlu terus diwariskan.

“Kisah sejarah ini harus terus diperkenalkan kepada generasi penerus agar nilai kearifan lokal di dalamnya tidak lekang oleh zaman,” tegas Norsan usai membuka acara.

Karena itu, ia mendorong sinergi antara Pemprov Kalbar, Pemkab Mempawah, dan Kerajaan Amantubillah di bawah kepemimpinan Raja ke-14, Yang Mulia Muhammad Hafiz, untuk terus merawat nilai-nilai sejarah.

Ke depan, perayaan Robo-Robo juga diharapkan dikemas lebih menarik agar berdampak langsung pada sektor pariwisata.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina, menekankan bahwa Robo-Robo merupakan simbol perekat sosial lintas suku, agama, dan golongan sejak abad ke-18.

Pemkab Mempawah berkomitmen terus mendukung festival ini agar memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Festival Robo-Robo kita harapkan bertransformasi menjadi magnet pariwisata hingga tingkat internasional serta menggerakkan UMKM lokal,” tutur Erlina.

Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan bantuan dukungan dari Pemprov Kalbar sebesar Rp50 juta kepada Pemkab Mempawah, lalu ditutup dengan makan saprahan bersama warga.***


Penulis : Abdul Halikurrahman/ril
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar