Tak Ingin Robo-Robo Sekadar Jadi Tradisi Tahunan, Sujiwo Dorong Kemasan Lebih Modern

12 Agustus 2026 13:49 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat menyaksikan atraksi pencak silat saat pembukaan Robo-robo di Pasar Sungai Kakap, Rabu (12/8/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Sejak pagi, kawasan Pasar Sungai Kakap, Kubu Raya, mulai dipadati warga, Rabu (12/8/2026).

Ada yang datang mengikuti tradisi Robo-Robo, ada pula yang sengaja menempuh perjalanan dari luar daerah hanya untuk melihat budaya yang tidak mereka temukan di kampung halaman.

Salah satunya Erna, warga Singkawang. Ia datang bersama keluarga untuk melihat langsung kemeriahan Robo-Robo. 

Baginya, tradisi tersebut menjadi pengalaman berbeda, sebab tidak digelar di daerah asalnya.

“Datang ke sini nak nengok budaya orang,” kata Erna.

Menurut Erna, suasana Robo-Robo cukup ramai. Selain kegiatan budaya, banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan makanan dan berbagai kebutuhan.

“Rame lah. Banyak orang jualan,” ujarnya.

Erna mengaku, justru keberadaan tradisi Robo-Robo menjadi alasan dirinya datang ke Sungai Kakap.

“Budaya Robo-Robo saja yang nggak ada di sana,” katanya.

Fenomena itu menjadi salah satu alasan Bupati Kubu Raya, Sujiwo ingin Robo-Robo tidak berhenti sebagai tradisi tahunan.

Sujiwo mendorong pelaksanaan Robo-Robo dikemas lebih modern agar semakin menarik bagi generasi muda maupun masyarakat dari luar daerah.

“Robo-Robo ini warisan leluhur, budaya yang sangat mulia,” kata Sujiwo.

Menurutnya, Robo-Robo memiliki nilai budaya dan spiritual. Di dalamnya terdapat doa selamat dan tolak bala sebagai bentuk ikhtiar masyarakat memohon keselamatan.

Namun, ia mengingatkan tradisi tersebut bisa perlahan ditinggalkan jika generasi penerus tidak ikut menjaga dan mengembangkannya.

“Suatu ketika bisa punah kalau pewarisnya tidak menjaga dan mencintai budaya ini,” ujarnya.

Karena itu, Sujiwo ingin Robo-Robo dikemas lebih menarik melalui pertunjukan seni, penataan UMKM, hingga kuliner lokal.

“Memang mesti dikemas semi-modern supaya punya nilai lebih,” katanya.

Ia berharap, kemasan tersebut membuat orang dari Pontianak, Mempawah, Sambas maupun daerah lainnya tertarik datang dan kembali berkunjung pada tahun berikutnya.

“Kalau kemasannya bagus, orang akan terkesan dan tahun depan datang lagi,” ujarnya.

Untuk diketahui, Robo-Robo merupakan tradisi masyarakat Melayu dan Bugis yang dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar. 

Tradisi ini diisi doa bersama dan tolak bala sebagai bentuk ikhtiar memohon keselamatan dari musibah, penyakit dan bencana.

Di Sungai Kakap, tradisi tersebut juga berkembang menjadi momentum berkumpulnya masyarakat sekaligus menggerakkan UMKM dan ekonomi warga. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar