Jaringan Air Bersih Desa Sepangah Beroperasi, Karolin Minta SPAM Dijaga Bersama
LANDAK, insidepontianak.com – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengingatkan warga agar menjaga fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar, yang baru beroperasi.
Fasilitas tersebut dibangun menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Menelan anggaran mencapai Rp3,6 miliar.
Karena itu, Karolin menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan yang merusak seperti memotong pipa untuk kepentingan pribadi, mengalirkan air ke kolam ikan atau merendam karet.
“Kalau ada yang ganggu fasilitas ini, saya laporkan ke polisi. Jangan berani memotong pipa. Ini dibangun pakai uang rakyat,” tegas Karolin, Kamis (11/6/2026).
Ia juga mengingatkan, SPAM bukan sekadar proyek infrastruktur. Fasilitas itu kini menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, jaringan pipa harus dirawat bersama.
Sebab, kerusakan pada jaringan tidak hanya menimbulkan kerugian negara, tetapi juga mengganggu distribusi air bersih ke rumah-rumah warga.
Selain jaringan pipa, Karolin pun meminta masyarakat menjaga kawasan sumber air yang menjadi penopang utama SPAM.
Warga diimbau tidak membuka ladang maupun menanam kelapa sawit di sekitar hulu mata air. Karena, aktivitas tersebut dapat mengurangi debit air dan mengancam pasokan bagi warga.
“Kalau itu terjadi, sumber air bisa cepat berkurang bahkan mengering,” ujarnya.
Karolin bahkan mendorong pemerintah desa menerapkan aturan adat untuk melindungi kawasan sumber air dari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
Langkah itu dinilai penting karena sekitar 250 kepala keluarga kini bergantung pada pasokan air bersih dari SPAM Desa Sepangah.
Ia juga meminta pengelola SPAM menjalankan sistem iuran pemeliharaan secara baik. Tujuannya agar fasilitas yang telah dibangun dapat terus beroperasi dalam jangka panjang.
“Yang penting SPAM ini tetap jalan dan bisa dipakai sampai lama. Fasilitas ini harus kita jaga bersama,” pesannya.***
Penulis : Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment