Prabasa Dukung Wacana Pembangunan Kereta Api Kalimantan, Harap Tidak Sekedar Wacana
PONTIANAK, insidepontianak.com – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur, menyambut positif wacana pembangunan kereta api Kalimantan yang kembali mengemuka di tingkat nasional.
Ia optimis jika infrastruktur transportasi tersebut jadi, dapat memperkuat konektivitas antarprovinsi, menekan biaya logistik, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan.
Prabasa mengatakan, gagasan pembangunan kereta api lintas Kalimantan sejatinya sudah lama menjadi harapan masyarakat Kalbar. Apalagi provinsi ini memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Sarawak melalui lima kabupaten perbatasan, yakni Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu.
“Kalau bicara kereta api Kalimantan dengan Sarawak atau Brunei, ini sebenarnya satu daratan. Kalbar memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi gerbang perbatasan Indonesia dengan Malaysia,” kata Prabasa, Kamis (11/6).
Ia mengungkapkan, jauh sebelum pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN), sudah muncul berbagai pembahasan mengenai konektivitas transportasi dari Pontianak menuju Kuching, Sarawak. Bahkan, menurutnya, jalur tersebut dinilai lebih realistis untuk tahap awal karena hubungan ekonomi dan mobilitas masyarakat perbatasan sudah terjalin cukup kuat.
Prabasa menilai, apabila proyek kereta api tersebut benar-benar terealisasi, manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat perbatasan, tetapi juga seluruh Kalimantan. Infrastruktur itu akan mempercepat arus barang dan orang, sekaligus membuka akses distribusi sumber daya alam dari Kalbar ke berbagai wilayah.
Selain itu, keberadaan jalur kereta api juga diyakini akan memperkuat konektivitas menuju IKN di Kalimantan Timur.
“Kalau nanti kereta api ini terhubung antardaerah di Kalimantan, tentu akses menuju IKN akan semakin cepat. Ini menjadi salah satu infrastruktur penting untuk mendukung perkembangan Kalimantan ke depan,” katanya.
Prabasa juga mengaitkan wacana tersebut dengan pengembangan Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah yang saat ini terus didorong agar beroperasi secara optimal.
Menurutnya, integrasi antara pelabuhan internasional dan jaringan kereta api akan menciptakan sistem logistik yang lebih efisien dan kompetitif.
Tak hanya itu, ia menilai pembangunan kereta api perlu berjalan beriringan dengan rencana pembangunan jalan tol Pontianak–Singkawang–Sambas yang selama ini juga menjadi harapan masyarakat. Pasalnya, kepadatan lalu lintas di jalur utama pesisir Kalbar semakin meningkat dari tahun ke tahun.
“Kalau pelabuhan internasional, kereta api, dan jalan tol bisa terwujud, maka Kalbar akan mengalami lompatan pembangunan yang luar biasa,” ujarnya.
Karena itu, DPRD Kalbar berharap wacana yang disampaikan pemerintah pusat tidak berhenti sebatas pembahasan. Prabasa meminta proyek tersebut benar-benar menjadi prioritas nasional mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap pembangunan kawasan perbatasan dan masa depan Kalimantan.
“Kami sangat mendukung. Jangan sampai hanya menjadi wacana. Masyarakat Kalimantan berharap ini benar-benar bisa direalisasikan karena akan mempercepat kemajuan daerah dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” pungkasnya. (Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -
Tags :

Leave a comment