Edukasi Keuangan Keluarga, Bupati Landak Ingatkan Ibu-ibu Waspada Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong
LANDAK, Insidepontianak.com - Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengingatkan para ibu rumah tangga agar lebih bijak mengelola keuangan keluarga dan tidak mudah tergiur tawaran pinjaman online (pinjol) ilegal maupun investasi bodong.
Menurutnya, kemampuan mengatur keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi keluarga dalam menghadapi kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Pesan tersebut disampaikan Karolin saat memberikan pembekalan pada pelatihan literasi keuangan dan penyusunan anggaran keluarga bertajuk SHE CAN yang digelar di Desa Munggu.
Karolin mengatakan, di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, pembangunan sumber daya manusia tetap menjadi perhatian pemerintah.
Karena itu, edukasi kepada masyarakat, termasuk mengenai pengelolaan keuangan keluarga, dinilai penting untuk terus dilakukan.
"Jadi kalau pemerintah itu hari ini mungkin pembangunan fisik agak kurang, karena situasi keuangan daerah, situasi perang di luar sana, tetapi yang namanya pembangunan manusia, nambah ilmu, pengetahuan, penyuluhan itu tetap dilakukan," ujarnya, Senin 27/7/2026).
Menurut Karolin, perempuan memiliki peran sentral dalam mengatur roda perekonomian rumah tangga.
Seorang istri bukan hanya menerima pendapatan dari suami, tetapi juga menentukan bagaimana anggaran keluarga dibelanjakan sesuai kebutuhan.
Ia mengajak para ibu membiasakan diri mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran.
Kebiasaan sederhana tersebut, kata dia, akan membantu keluarga mengetahui kondisi keuangan sekaligus mengendalikan pengeluaran agar tidak melebihi kemampuan.
"Istri itu sebenarnya bukannya hanya menerima pendapatan dari suami. Istri itu regulator. Jadi ibu terima dan ibu yang atur. Ini anak sekolah, ini uang listrik, ini uang dapur dan segala macam," katanya.
Selain mengatur anggaran, Karolin juga menilai setiap keluarga perlu memiliki dana darurat yang disisihkan sedikit demi sedikit.
Dana tersebut dapat digunakan ketika muncul kebutuhan mendesak, seperti anggota keluarga yang sakit atau keperluan lain yang tidak direncanakan.
"Penting untuk ibu-ibu tuh punya dana darurat sendiri yang bapak (suami) nggak usah tau. Mendadak anak sakit, mendadak orang tua sakit, adalah uang di tangan. Jadi harus pandai-pandai menyisihkan," ujarnya.
Karolin juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran pinjaman maupun investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Menurutnya, pemahaman terhadap pengelolaan keuangan akan membuat masyarakat lebih kritis sebelum mengambil keputusan.
"Banyak sekali yang menawarkan berbagai pinjaman dan sering kali itu semua banyak yang ilegal. Jadi kalau ada tawaran pinjaman agar ibu-ibu berhati-hati dan kalau sudah biasa mencatat, menghitung, ibu-ibu akan tanya, oh bunganya berapa? Biaya administrasi berapa?" tegasnya. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment