Ketapang Catat 216 Titik Panas, BPBD Pastikan Karhutla Masih Terkendali

27 Juli 2026 14:03 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang memadamkan api dilahan terbakar/IST

KETAPANG, insidepontianak.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 216 titik panas (hotspot) di Kabupaten Ketapang berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 25 Juli 2026.

Meski menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Kalimantan Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang memastikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut masih dalam keadaan terkendali.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan hingga saat ini belum ada kejadian karhutla yang merambat ke kawasan permukiman warga.

"Alhamdulillah untuk saat ini, kondisi karhutla masih terkendali," kata Yunifar saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).

Ia menambahkan, seluruh kejadian kebakaran yang terjadi masih dapat ditangani oleh petugas sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

"Kalau untuk masuk ke permukiman alhamdulillah belum ada," ujarnya.

Berdasarkan data BMKG, dari total 216 titik panas yang terdeteksi di Kabupaten Ketapang, sebanyak 208 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, tujuh titik pada tingkat kepercayaan rendah, dan satu titik pada tingkat kepercayaan tinggi. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di Kalimantan Barat pada periode pemantauan tersebut.

Meski situasi masih terkendali, Yunifar mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Menurutnya, sejumlah kejadian yang berpotensi memicu kebakaran justru berasal dari api pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

"Paling yang suka bakar sampah, apinya tidak terkendali, hampir membakar rumah kalau tidak cepat dipadamkan," katanya.

BPBD Ketapang juga mengungkapkan bahwa titik api baru masih muncul hampir setiap hari. Karena itu, petugas terus mengintensifkan patroli dan upaya pemadaman di lapangan guna mencegah meluasnya kebakaran.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan pembakaran sembarangan yang berpotensi memicu karhutla lebih besar dan sulit dikendalikan.

Apabila menemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan, masyarakat diminta segera melaporkannya ke Command Center BPBD TRC Damkar Ketapang melalui telepon (0534) 31815, WhatsApp Rescue 0852-4744-1113, atau Pusdalops BPBD Ketapang di nomor 0852-5215-3025 agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. (*)


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar