Bangun Jalan hingga Tanjung Lokang, BPJN Kalbar Butuh Anggaran Rp2 Triliun
27 Juli 2026 16:15 WIB
share :
Caption: Kepala BPJN Kementerian PU, Provinsi Kalimantan Barat, Chandra. (Insidepontianak/Teofilusianto Timotius).
KAPUAS HULU, insidepontianak.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat memperkirakan pembangunan ruas jalan Nanga Erak hingga Desa Tanjung Lokang, Kabupaten Kapuas Hulu, masih membutuhkan anggaran sekitar Rp2 triliun.
Kepala BPJN Kalbar, Chandra Syah Paramance, mengatakan kebutuhan anggaran tersebut mencakup penyelesaian pengaspalan jalan sekaligus pembangunan dan penanganan sejumlah jembatan di sepanjang ruas Nanga Erak–Batas Kalimantan Timur.
"Dana Rp2 triliun itu termasuk penanganan sejumlah titik jembatan dan penyelesaian pengaspalan hingga Tanjung Lokang," ujar Chandra saat mendampingi Ketua Komisi V DPR RI meninjau pembangunan ruas jalan Nanga Erak–Batas Kalimantan Timur di Kecamatan Putussibau Selatan, Kapuas Hulu, Senin (27/7/2026).
Menurut Chandra, pembangunan jalan nasional tersebut masih terus berjalan. Namun, hingga kini masih terdapat beberapa segmen yang belum beraspal dan sejumlah jembatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Ia menjelaskan, secara teknis tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan proyek. Tantangan utama justru berasal dari kondisi geografis kawasan hulu Sungai Kapuas yang memiliki medan cukup berat dan ekstrem.
"Sebetulnya tidak ada kendala, hanya saja kami membutuhkan waktu dan dukungan anggaran untuk menuntaskan pembangunan ini. Hal tersebut juga kami sampaikan kepada Ketua Komisi V," katanya.
Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menegaskan pembangunan ruas jalan menuju Desa Tanjung Lokang merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat.
Menurut Fransiskus, Tanjung Lokang merupakan desa paling ujung di jalur Lintas Timur Kapuas Hulu yang hingga kini hanya dapat dijangkau melalui transportasi sungai dengan arus deras dan riam yang cukup berbahaya.
Karena itu, pemerintah daerah berharap pembangunan jalan nasional tersebut dapat segera diselesaikan sehingga akses darat menuju Tanjung Lokang benar-benar terbuka.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian Ketua Komisi V DPR RI dan Kementerian PU. Jalan ini merupakan kebutuhan untuk membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan akses masyarakat," ujar Fransiskus.
Pembangunan ruas Nanga Erak–Tanjung Lokang diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu mempercepat konektivitas kawasan perbatasan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Timur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Kapuas Hulu. (*)
Leave a comment