DLHK Perkuat Pendataan Kekayaan Hayati Taman Hutan Raya

23 April 2026 01:57 WIB
Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani membuka kegiatan Bimtek inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati Taman Hutan Raya

PONTIANAK, insidepontianak.com – Data keanekaragaman hayati (kehati) di Kalimantan Barat masih minim, di tengah tekanan terhadap hutan yang terus meningkat.

Masalahnya, sebagian besar kekayaan hayati justru berada di luar kawasan konservasi. Kondisi ini menjadi tantangan dalam pengelolaannya.

Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati di Taman Hutan Raya Pandan Puloh.

Adapun Bimtek itu berlangsung di Hotel Mercure Pontianak, pada Kamis (22/4/2026). Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani, menegaskan keanekaragaman hayati mencakup spesies, genetik, hingga ekosistem yang harus dikelola dengan tepat agar tetap lestari.

“Taman hutan raya bukan sekadar kawasan perlindungan. Ini juga ruang penelitian, pendidikan, hingga pemanfaatan terbatas yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menyebut tekanan terhadap hutan datang dari berbagai arah. Mulai dari perubahan tata guna lahan, fragmentasi habitat, hingga aktivitas manusia.

“Sekitar 70 persen kehati berada di luar kawasan konservasi. Hal ini yang harus dipahami dalam pengelolaan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan peserta dari KPH, DLHK, dan BKSDA Kalbar, serta didukung skema pendanaan berbasis kinerja pengendalian perubahan iklim (RBP REDD+ GCF).

Di pembukaan, juga diserahkan Surat Keputusan Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan terkait pembagian blok pengelolaan Tahura Pandan Puloh.

Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi DLHK Kalbar, Hairil, mengatakan bimtek ini menekankan kemampuan teknis pendataan langsung di lapangan.

“Kami ingin peserta mampu melakukan inventarisasi secara mandiri, tidak hanya di Tahura, tetapi juga di wilayah lain,” ujarnya.

Bimtek berlangsung selama empat hari, 22–25 April 2026, memadukan kelas dan praktik lapangan di Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura dengan narasumber dari Kementerian Kehutanan dan BKSDA Kalbar.***


Penulis : Abdul Halikurrahman/ril
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar