Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Selanjutnya Setelah Iran

29 Maret 2026 14:14 WIB
Ilustrasi - Bendera Kuba. (Antara)

KANADA, insidepontianak.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan Kuba bisa menjadi target berikutnya setelah Iran.

Pernyataan itu disampaikan saat ia menyinggung keberhasilan operasi militer AS di sejumlah negara, termasuk Iran dan Venezuela melansir Reuters. 

“Saya membangun militer yang hebat ini. Saya bilang, tidak akan pernah digunakan. Tapi kadang harus digunakan. Dan Kuba adalah target selanjutnya,” ujar Trump dalam forum investasi internasional.

Namun, ia kemudian menarik ucapannya. “Tapi anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, anggap saya tidak mengatakannya. Tolong, tolong, tolong, media, tolong abaikan pernyataan itu," tambahnya.

Meski begitu, Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk langkah yang dimaksud terhadap Kuba. Di sisi lain, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menegaskan negaranya tetap terbuka untuk dialog dengan Amerika Serikat. 

Namun, ia menolak jika kedaulatan negaranya dipersoalkan.“Kami bisa membahas banyak hal. Tapi kemerdekaan dan sistem politik kami tidak pernah untuk dinegosiasikan,” tegas Diaz-Canel.

Ia menegaskan, sejumlah isu masih dapat dibicarakan bersama Washington. Mulai dari investasi, migrasi, perdagangan narkoba, hingga kerja sama lingkungan dan pendidikan.

Pemerintah Kuba menekankan, setiap komunikasi harus tetap menghormati kedaulatan negara. Sementara itu, hubungan kedua negara masih diwarnai ketegangan, di tengah kondisi ekonomi Kuba yang terus tertekan dalam beberapa waktu terakhir.***


Penulis : Antara
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar