Sekjan AMSI Maryadi Berpulang, Jejak Sang Penjaga Ekosistem Media Digital Tak Akan Hilang

4 Juli 2026 06:20 WIB
Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Maryadi/IST

JAKARTA, insidepontianak.com – Dunia pers Indonesia kehilangan salah satu figur pentingnya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Maryadi, meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026) pukul 17.30 WIB.

Kabar duka tersebut menyebar cepat di kalangan pengurus dan anggota AMSI di berbagai daerah. Banyak yang mengaku terkejut. Sebab, beberapa waktu sebelumnya Maryadi masih aktif berkomunikasi, berdiskusi, dan mengurus berbagai agenda organisasi yang selama ini menjadi bagian dari pengabdiannya.

Ketua Umum AMSI Nasional, Wahyu Dhyatmika, mengenang almarhum sebagai sosok yang selama bertahun-tahun memberikan tenaga, pikiran, dan dedikasinya untuk membangun organisasi media siber terbesar di Indonesia.

“Sepanjang hidupnya, almarhum bekerja keras memperkuat organisasi, mendampingi anggota, serta memperjuangkan misi AMSI. Ia memahami bahwa jurnalisme berkualitas membutuhkan perusahaan media yang sehat dan independen,” ujarnya.

Bagi banyak orang, Maryadi bukan hanya seorang pengurus organisasi. Ia adalah salah satu sosok yang berada di balik berbagai upaya memperkuat keberlanjutan bisnis media digital di Indonesia.

Saat industri media menghadapi tantangan disrupsi teknologi, perubahan perilaku pembaca, hingga tekanan model bisnis, Maryadi menjadi salah satu figur yang aktif mendorong media untuk beradaptasi dan terus bertahan.

Perjalanan panjangnya di AMSI dimulai saat dipercaya sebagai Bendahara Umum periode 2017–2023. Setelah itu, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal dan terlibat dalam berbagai program penguatan kapasitas media anggota di seluruh Indonesia.

Namun, kisah Maryadi sesungguhnya berakar dari Kalimantan Barat.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura tahun 1995 itu aktif di dunia kemahasiswaan melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Lembaga Pers Mahasiswa Mimbar Untan. Dari sanalah kecintaannya terhadap dunia jurnalistik mulai tumbuh.

Karier profesionalnya dimulai sebagai reporter Harian Suaka di Pontianak. Setelah itu, langkahnya terus meluas hingga menjadi kontributor Associated Press, editor di detikcom, dan kemudian dipercaya memimpin redaksi VIVA Network.

Tidak banyak jurnalis yang mampu menjembatani ruang redaksi dan ruang bisnis media secara seimbang. Maryadi termasuk salah satunya. Selain dikenal sebagai jurnalis senior, ia juga memiliki pengalaman panjang di bidang pengembangan bisnis media.

Ia pernah dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Direktur Bisnis di Katadata, Nusantara TV, Kabar Bursa, hingga Tutur.co.id.

Ketua Bidang Organisasi AMSI Kalimantan Barat, Rolf Korah, masih mengingat pesan sederhana yang kerap disampaikan almarhum kepada para pengelola media daerah.

Menurutnya, Maryadi selalu mendorong media untuk terus berkembang melalui inovasi, memperkuat jaringan, dan menciptakan produk jurnalistik yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Pesan itu kini menjadi warisan pemikiran yang terus diingat oleh banyak pengelola media, khususnya di daerah.

Banyak Pemimpin Redaksi mengenang Maryadi sebagai pribadi yang hangat, terbuka, dan menyenangkan dalam pergaulan.

Kepergian Maryadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan komunitas pers nasional. Namun, jejak pengabdiannya akan tetap hidup melalui organisasi yang ia bangun, media yang pernah ia besarkan, serta generasi jurnalis yang pernah belajar dari pengalaman dan pemikirannya.

Dari Pontianak hingga Jakarta, perjalanan hidup Maryadi menjadi cerita tentang dedikasi, ketekunan, dan keyakinan bahwa jurnalisme yang kuat harus ditopang oleh media yang sehat, independen, dan mampu beradaptasi menghadapi perubahan zaman. (*)


Penulis : REDAKSI
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar