Pupuk Kaltim Canangkan Agrosolution di Kubu Raya, Dongkrak Produksi Petani dan Stabilitas Harga Gabah

3 Juli 2026 11:16 WIB
Pencanangan program Agrosolution di Kubu Raya ditandai dengan penanaman padi perdana di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap. (Istiewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) resmi mencanangkan program Agrosolution di Kabupaten Kubu Raya.

Pencanangan ditandai dengan penanaman padi di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap. Kegiatan itu melibatkan 63 petani. Mereka mengelola lahan seluas 63 hektare.

Agenda strategis itu dihadiri langsung oleh Komisaris Pupuk Kaltim Azis Samual, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubu Raya Agus Siswandi, serta jajaran manajemen Pupuk Indonesia.

Azis menegaskan, program Agrosolution dirancang khusus untuk mendongkrak produktivitas pertanian sekaligus menjamin kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan program ini tidak cuma fokus pada hasil panen, melainkan juga membangun rantai pasok pertanian yang lebih sehat dan efisien.

“Program ini sejalan dengan komitmen mendukung ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo," ujar Azis, Kamis (2/7/2026).

Ia berharap, sinergi erat antara korporasi, pemerintah daerah, dan kelompok tani bisa menjadi pemantik kemajuan pertanian lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubu Raya, Agus Siswandi menyambut baik program kolaborasi tersebut.

Namun, baginya, peningkatan produksi lewat Agrosolution harus dibarengi dengan upaya menjaga nilai jual gabah agar petani tetap bergairah.

"Apabila kita menjaga pupuknya, benihnya, dan harganya, petani akan selalu semangat menjaga lahan pertanian mereka," ujar Agus.

Menurut Agus, saat ini harga gabah di lapangan masih lesu. Hanya berada di kisaran Rp6.000 per kilogram.

Persoalan ini memerlukan strategi khusus agar nilai jualnya bisa terdongkrak demi mewujudkan kesejahteraan petani.

"Kita tidak bisa menjadikan petani sejahtera apabila pada saat mereka panen nilai jualnya tidak bagus," tegasnya.

Di sisi lain, Agus mengingatkan ancaman alih fungsi lahan di Kecamatan Sungai Kakap. Sebagai wilayah penyangga (hinterland) Kota Pontianak, tekanan urbanisasi terus menggerus lahan produktif. Saat ini, sisa lahan pertanian di sana tersisa 63 hektare.

Karena itu, cara paling ampuh mengunci agar lahan tidak berubah menjadi ruko atau perumahan adalah dengan membuat profesi bertani tetap menguntungkan.

Ketua Kelompok Tani Baru Muncul menilai program Agrosolution sangat membantu. Sebab, petani tidak sekadar dipermudah mendapat pasokan pupuk.

Namun lebih dari itu. Petani diberikan pendampingan intensif, kemudahan akses permodalan, dukungan teknologi budidaya, hingga jaminan pembelian hasil panen (offtaker).

"Ini membuat kami jauh lebih percaya diri untuk melipatgandakan hasil panen ke depan," pungkasnya.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo/biz
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar