Pengamat: Heri Saman Lawan Sepadan Karolin di Pilkada Landak 2024

17 Juni 2024 12:08 WIB
Ilustrasi - Pilkada. (Net)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Pertarungan pemilihan kepala daerah atau Pilkada Landak 2024, dipastikan bakal berlangsung sengit. 

Upaya Karolin Margret Natasa mempertahankan kursi bupati perlu kerja keras, jika dibanding dengan Pilkada 2017 yang hanya melawan kotak kosong. 

Di atas kertas, sejumlah nama besar dari kader dan di luar kader PDI Perjuangan, dipastikan siap menjadi penantang putri Cornelis di Pilkada November nanti. 

Di internal kader PDI Perjuangan, ada nama Ketua DPRD Landak periode 2019-2024, Heri Saman yang sudah mendaftar ke berbagai partai. 

Selain dua nama besar di atas, ada pula nama Sekda Landak, Vinsensius dan pengusaha batu bara, Yulius Aho yang juga terus berebut tiket partai. 

Karolin sendiri sudah menentukan wakil yang akan mendampinginya. Dia adalah Erani yang merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum. 

Pasangan Karolin-Erani telah mendaftar ke berbagai partai. Bahkan, Karolin sudah mendapat restu PDI Perjuangan, lewat rekomendasi yang dikeluarkan DPP PDI Perjuangan. Selain itu, Karolin juga mendapat dukungan, PKB dan Hanura. 

Sementara Heri Saman belum menentukan sosok wakil yang bakal mendampinginya. Insidepontianak.com sudah berupaya mengkonfirmasi Heri Saman, tapi belum mendapat balasan. 

Sebelumnya, Heri Saman telah memastikan diri untuk maju sebagai calon Bupati Kabupaten Landak.  

"Apapun resikonya kita terus berjuang," kata Heri Saman dikutip di akun Instagram pribadinya. 

Pertarungan Sengit  

Pengamat Politik, Universitas Tanjungpura, Syarif Usmulyadi menilai, pertarungan Karolin ke depan tidak bisa sama lagi dengan periode yang lalu, berhadapan dengan kotak kosong. 

"Kecil kemungkinan terjadi seperti Pilkada 2017. Karolin di Pilkada 2024 bakal mendapat lawan yang kuat," kata Usmulyadi. 

Ia memprediksi, sedikitnya tiga poros yang kemungkinan akan menjadi lawan tanding Karolin. Paling tidak, dua poros sudah pasti. 

"Yang bertarung paling banyak tiga pasang dan cenderung dua pasang. Yang paling bertarung Heri Saman dan Karolin. Ini sudah terlihat saat pemilihan ketua DAD Kabupaten Landak beberapa waktu lalu," katanya. 

Adapun yang bertarung pada pemiligan Ketua DAD Kabupaten Landak adalah Heri Saman bertarung dengan Karolin. Namun, Karolin akhirnya mundur. 

Jika melihat fenomena tersebut, maka kata Usmulyadi, peluang Heri Saman di Pilkada Landak terbuka untuk menyumbangkan petahana. 

Heri saman lawan sepadan jika berhadapan dengan Karolin. Apalagi, Heri Saman merupakan Ketua DPRD Landak tiga periode dan Ketua DAD Landak saat ini. 

"Jika maju melawan Karolin, nasib Heri Saman bisa seperti Darwis di Bengkayang, kader PDI Perjuangan yang tak diusung, akhirnya pindah partai," katanya. 

Menurut Usmulyadi, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak tokoh seperti Heri Saman, Vinsensius, dan Yulius Aho berani terang-terangan menjadi penantang Karolin.

Pertama, karena masyarakat Landak sudah terbuka. Kedua, Cornelis dianggap bukan lagi sebagai kiblat dalam. Ini dibuktikan dengan banyaknya tokoh dayak yang muncul di kancah politik dan membangun kekuatan sendiri. 

Di sisi lain, masyarakat lebih realistis melihat program dan capaian pemerintah saat ini. Namun demikian, pemenang Pilkada Landak sangat ditentukan sosok wakil. 

Karena itu, Heri Saman dinilai perlu mencari wakil yang dapat dukungan masyarakat minoritas di Landak.

"Karena walau sedikit sangat menentukan juga," pungkasnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Abdul Halikurrahman

Leave a comment