Wali Kota Edi Tinjau Pasar Puring, Pastikan Harga Bahan Pokok Masih Terkendali

13 Maret 2026 16:42 WIB
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono tinjau aktivitas perdagangan di Pasar Puring Siantang, Jumat (13/3/2026). (Prokopim)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turun langsung meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Puring Siantan, Jumat (13/3/2026) pagi.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap aman serta harga kebutuhan masyarakat tidak melonjak di pasaran.

Edi mengatakan secara umum harga bahan pokok di Pasar Puring masih relatif terkendali. Meski begitu, beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan.

“Cabai rawit memang naik. Saat ini sekitar Rp90 ribu per kilogram. Namun kenaikannya masih bertahap,” ujarnya.

Selain cabai, harga daging ayam berada di kisaran Rp36–Rp37 ribu per kilogram. Harga telur sekitar Rp35 ribu per kilogram.

Sementara hasil laut seperti sotong dan udang dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram. Harga tersebut masih relatif stabil dibanding pasar lain di Kota Pontianak.

Menurut Edi, kondisi ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga cukup efektif.

“Kenaikan harga masih dalam kategori standar. Artinya intervensi yang dilakukan sejauh ini berjalan,” katanya.

Di lapangan, pedagang mengaku permintaan bahan pangan masih cukup baik. Permintaan daging sapi juga tinggi.

“Permintaan lumayan banyak. Banyak pembeli menggiling daging untuk bakso,” kata Deddy Junaidi, pedagang daging di Pasar Puring.

Pria 42 tahu itu menjelaskan, harga daging sapi beku saat ini sekitar Rp140 ribu per kilogram. Sedangkan daging sapi lokal dijual sekitar Rp160 ribu per kilogram.

Sebelumnya, harga daging beku masih sekitar Rp130 ribu per kilogram dan daging lokal sekitar Rp150 ribu per kilogram.

“Yang paling banyak dicari tetap daging untuk bakso,” ujarnya.

Meski permintaan stabil, ia berharap harga dari pemasok tidak terus naik. Sebab, jika kondisi itu terjadi, maka pedagang sulit mencari keuntungan.

“Kalau kami ambil sudah mahal, keuntungan pedagang jadi kecil,” katanya.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga.

Salah satunya dengan menggelar pasar murah agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak berencana melakukan revitalisasi Pasar Puring pada tahun ini. Tujuannya agar pasar lebih nyaman bagi pedagang dan pengunjung.

Pasar Puring sendiri sudah cukup lama tidak mengalami perbaikan. Rehabilitasi terakhir dilakukan sekitar delapan tahun lalu.

Rencana revitalisasi ini pun disambut baik para pedagang. Sebab, area luar pasar saat ini semaiin sempit dan sudah tidak tertata.

“Terutama lahan parkir. Selain itu juga banyak pedagang kaki lima,” kata Deddy.

Ia berharap penataan pasar ke depan bisa membuat aktivitas jual beli lebih nyaman. “Supaya pedagang dan pembeli sama-sama nyaman,” pungkasnya.***

 


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar