Tiga Hektare Lahan Terbakar di Paloh Sambas, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

4 Juni 2026 17:53 WIB
Karhutla di Mentibar Paloh, Kamis (4/6/2026).

SAMBAS, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis (4/6/2026). 

Sedikitnya tiga hektare lahan dilaporkan terbakar di dua desa, yakni Desa Malek dan Desa Mentibar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, luas lahan yang terbakar di Desa Malek mencapai sekitar satu hektare, sementara di Desa Mentibar sekitar dua hektare.

Kepala BPBD Sambas, Alwindo, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan lapangan atau ground check untuk memastikan perkembangan titik api di sejumlah lokasi lainnya.

“Untuk luasan karhutla di Kecamatan Paloh, Desa Malek sekitar satu hektare dan Desa Mentibar sekitar dua hektare. Saat ini kami juga masih melakukan ground check di wilayah Trigadu, Kecamatan Galing,” ujarnya, Kamis (4/6/2026). 

Kata dia, meningkatnya aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah membuat BPBD Sambas bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama BPBD Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mempercepat upaya pemadaman.

Ia menambahkan, permintaan bantuan helikopter water bombing telah diajukan dan mendapat respons positif dari pemerintah provinsi maupun BNPB.

“Kami sudah menindaklanjuti dengan mengajukan permintaan bantuan kepada BPBD Provinsi Kalbar dan BNPB untuk mendukung operasi pemadaman melalui helikopter water bombing,” katanya.

BPBD Sambas mengungkapkan saat ini dua unit helikopter water bombing telah dikerahkan untuk membantu proses pemadaman di sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan titik panas, termasuk Kecamatan Paloh dan Kecamatan Sajingan Besar.

“Permintaan bantuan telah ditindaklanjuti. Saat ini helikopter telah diarahkan ke titik-titik hotspot di Paloh dan Sajingan Besar untuk membantu proses pemadaman,” jelas Alwindo.

Selain itu, helikopter yang sebelumnya melakukan operasi pemadaman di kawasan Temajuk juga telah dialihkan menuju Desa Mentibar untuk mempercepat pengendalian api yang masih membakar lahan di wilayah tersebut.

“Helikopter water bombing yang sebelumnya bertugas di Temajuk kini melanjutkan operasi pemadaman di Desa Mentibar,” tambahnya.

BPBD Sambas mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau.

"Sementara itu, petugas gabungan terus bersiaga melakukan pemantauan dan pemadaman guna memastikan api tidak meluas ke kawasan lain yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar, " pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar