Rumuskan Langkah Strategis, Rapimnas PPP Perkuat Eksistensi Pilkada 2024

6 Juni 2024 06:58 WIB
Sekjen PPP Muhamad Arwani Thomafi bersama Ketua DPW PPP Kalteng Awaluddin diwawancarai oleh sejumlah wartawan di Palangka Raya. (Antara)

PALANGKA RAYA, insidepontianak.com - Rapat pimpinan nasional (Rapimnas), yang dilaksanakan pada 6 Juni 2024 di Tangerang, fokus memperkuat keorganisasian dan eksistensi partai pasca tahapan pemilihan umum tahun 2024.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Arwani Thomafi.

Rapimnas ini juga merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, kata Arwani saat silaturahim PPP dengan bakal calon kepala daerah se-Kalteng di Palangka Raya, Rabu (5/6/2024) malam.

"PPP memiliki 80 kursi DPRD provinsi serta 800 kursi DPRD kabupaten/kota se-Indonesia berdasarkan hasil dari pemilu 2024. Termasuk 12 kursi DPR RI. Ini modal yang kuat untuk Pilkada 2024," ucapnya.

Mengenai status Ketua Umum PPP yang masih pelaksana tugas (Plt), dirinya memastikan tidak akan dibahas dalam Rapimnas. Sebab, dalam rapat harian, Ketua Umum menyampaikan bahwa pentingnya para kader menjaga komunikasi politik dan soliditas internal, sehingga perbedaan-perbedaan yang muncul tetap diletakkan dalam ruang konstitusional partai.

Hanya, lanjut dia, DPP telah komitmen untuk memberikan ruang terhadap para Ketua-ketua Majelis, Ketua DPW dan DPC se-Indonesia, untuk menyampaikan pendapat, masukan maupun aspirasi dalam rapat-rapat resmi partai. Apakah itu rapat DPC, DPW, DPP, Rapimnas, Mukernas hingga Muktamar.

"Kalau untuk membahas jabatan ketua umum itu kan ada di Muktamar PPP, bukan di Rakernas," tegas Arwani.

Adapun Rapimnas PPP akan dihadiri para Ketua Majelis Syariah, Ketua Majelis Kehormatan, Ketua Majelis Pakar, dan Ketua Majelis Pertimbangan, Majelis Mahkamah Partai, Ketua, Sekretaris, Bendahara dan pengurus harian DPP, dan para ketua dan sekretaris DPW seluruh Indonesia. (Antara)


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Leave a comment