Golkar Jadi Penentu Duet Sutarmidji-Ria Norsan di Pilgub Kalbar, akan Dipasangkan atau Dihadapkan?

7 Juni 2024 15:49 WIB
Sutarmidji-Norsan ngopi bareng di Amieng Coffe Hutan Kota, Jalan Veteran Pontianak, Minggu (19/5/2024). Keduanya memastikan akan berduet di Pilkada 2024. (Insidepontianak.com/Abdul Halikurrahman)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Duet Sutarmidji-Ria Norsan masih berpotensi layu sebelum berkembang. Pasalnya, sampai saat ini baru NasDem yang memberi rekomendasi kepada keduanya untuk maju sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar. 

Sementara, partai besutan Surya Paloh tak bisa mengusung Sutarmidji-Ria Norsan tanpa berkoalisi. Sebab, NasDem hanya punya 10 kursi di parlemen Kalbar. 

Adapun Golkar belum menentukan sikap untuk mengusung Sutarmidji-Ria Norsan. Walau, Norsan adalah kadernya yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina DPD Golkar Kalbar. 

Alasannya, Golkar masih berpegang teguh pada hasil Rapimda DPD Golkar Kabar yang memutuskan akan mencalonkan kader sendiri di Pilgub Kalbar 2024. Setidaknya, hasil Rapimda itu menyetujui tiga kader untuk diusung. 

Di antaranya, Maman Abdurrahman yang merupakan Ketua DPD Kalbar, kemudian Prabasa Anantatur yang merupakan Sekretaris DPD Golkar Kalbar dan Ria Norsan sebagai Ketua Dewan Pembina DPD Golkar Kalbar. 

"Sampai saat ini, kita masih berpegang pada keputusan Rapimda yang mengusung kader menjadi calon gubernur," tegas Sekretaris DPD Golkar Kalbar, Prabasa Anantatur.

Di sisi lain, alasan Golkar belum menentukan sikap dalam pengusungan calon kepala daerah di Pilkada Kalbar karena masih akan melihat perkembangan situasi politik.

"Situasi politik hari ini masih sangat dinamis," ujar Prabasa. 

Sementara menyoal duet Sutarmidji-Ria Norsan, Prabasa menyebut, Golkar punya mekanisme sendiri untuk menentukannya.

Keputusan mengusung calon dilakukan melalui Rapimda partai baru diusulkan ke DPP untuk dikeluarkan surat ketetapan. 

Prabasa memastikan, Golkar belum mengeluarkan rekomendasi di Pilgub Kalbar dan 14 kabupaten dan kota. Sebab, ada mekanisme internal yang mesti dilakukan, salah satunya adalah survei. 

"Yang daftar lewat Golkar saya harap bersabar saja dulu. Karena kita masih survei. Survei adalah petunjuk untuk mengusung calon, walau bukan satu-satunya," kata Prabasa Anantatur.

Jika nantinya hasil survei sudah keluar, maka tahapan selanjutnya, hasil survei itu akan dibawa ke forum Rapimda untuk dibahas diputuskan. Prabasa menegaskan, Golkar sangat berpeluang memasang kad r sendiri untuk diusung menjadi calon gubernur Kalbar. 

"Jadi, setelah survei kita ada Rapimda lagi," terangnya. 

Prabasa memastikan, usai Rapimda pasca-hasil survei itu nanti keluar, barulah DPD akan mengusulkan figur yang akan diusung di Pilkada untuk ditetapkan dalam SK penetapan pasangan calon.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Abdul Halikurrahman

Leave a comment