Tak Terkendali, Harga Pertalite di Kota Putussibau Tembus Rp17 ribu per liter

17 Februari 2026 13:52 WIB
Caption: Ilustrasi/IST

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Kota Putussibau dan sekitarnya semakin tidak terkendali, saat ini harga minyak subsidi tersebut meroket mulai dari Rp15 ribu per liter, bahkan ada yang menjual Rp17 ribu per liter di kios pengecer. 

Warga Putussibau mengeluh, karena selain mahal minyak pertalite terhitung langka dan sulit didapatkan di SPBU. 

"Dari pagi tadi saya keliling mencari minyak di kios, rata-rata kosong, ada pun jual Rp17 ribu per liter, mau tidak mau beli juga," kata Rudi salah satu warga Putussibau, kepada Insidepontianak, di Putussibau, Selasa (17/02/2026). 

Rudi merasa kesal karena kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat, bagaimana tidak, jika pun SPBU buka minyak lebih banyak diperoleh sekelompok pengantre yang menjual kembali ke kios. 

"Pemda dan aparat seakan tutup mata, hanya beralasan pasokan BBM terkendal musim kemarau, sehingga pengambilan BBM langsung ke Pontianak, ini saya rasa hanya alasan klasik," ucapnya. 

Ditempatkan, terpisah, Supriantoko warga Kedamin mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah dan pihak berwenang. 

Supriantoko menganggap Pemda dan aparat tidak ada langkah konkrit dalam mengatasi persoalan BBM di Kapuas Hulu. 

"Tidak upaya antisipasi kelangkaan BBM khusus pertalite, yang menjadi korban masyarakat kecil, padahal pertalite salah satu kebutuhan masyarakat," kata Supriantoko. 

Dia berharap Pertamina dan Pemda maupun aparat segera bertindak untuk menstabilkan pasokan dan harga BBM di Kapuas Hulu. 

"Apalagi ini menjelang bulan puasa, BBM ini akan berdampak terhadap kebutuhan pokok lainnya, terus masyarakat mengadu kemana," tuturnya. 

Sementara itu, dengan kondisi langkanya BBM jenis pertalite belum ada keterangan resmi dari Pemda dan aparat terkait upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi kelangkaan di tengah masyarakat. (*) 


Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar