Peternak Sambas Baru Penuhi 6 Persen Kebutuhan Telur Kalbar, Diskumindag Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran
SAMBAS, insidepontianak.com – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga telur ayam menjelang Hari Raya Idul Fitri, Selasa (10/3/2026).
Kepala Diskumindag Kabupaten Sambas, Hermanto mengatakan, saat ini harga telur ayam di pasaran mulai menunjukkan kenaikan meski masih dalam batas wajar.
“Memang sampai hari ini kita mendapatkan informasi bahwa harga telur sudah mulai naik. Ada kenaikan dari sekitar Rp32.000 hingga Rp34.000 per kilogram,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produksi telur dari peternak di Kabupaten Sambas masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Menurutnya, peternak di Sambas baru mampu menyuplai sekitar 6 persen kebutuhan telur dan unggas di Kalbar, sementara sebagian besar pasokan berasal dari daerah lain.
“Kita sama-sama mengetahui bahwa peternak di Sambas hanya menyuplai sekitar 6 persen kebutuhan unggas dan telur di Kalbar. Sementara sekitar 30 persen pasokan berasal dari Singkawang,” jelasnya.
Untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus menekan potensi lonjakan harga menjelang Lebaran, Diskumindag Sambas telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk asosiasi peternak unggas.
Hermanto menyebut, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) telah berkomitmen membantu memastikan distribusi telur ke Kabupaten Sambas tetap berjalan lancar.
“Dari pihak Pinsar juga sudah berkomitmen untuk membantu distribusi telur ke Kabupaten Sambas, sehingga diharapkan ketersediaannya tetap terjaga,” pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -
Tags :

Leave a comment