Terseret Dugaan Skandal Asmara, BEM Desak Direktur Polnep Dicopot
PONTIANAK, insidepontianak.com – Prestasi Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) tengah menanjak. Bahkan menempati peringkat ketiga politeknik terbaik nasional 2026 versi Uniranks.
Citra positif itu pun kini kencang disampaikan ke publik. Uniranks merupakan platform pemeringkatan universitas global berbasis di Amerika Serikat.
Namun di tengah kebanggaan, nama baik kampus vokasi itu juga diguncang isu tak sedap. Sang Direktur, Widodo, terseret dugaan skandal asmara dengan seorang staf. Nila setitik, rusak susu sebelanga—prestasi moncer yang dibangun dengan integritas ikut ternoda.
Isu skandal asmara tersebut mencuat setelah tangkapan layar percakapan yang diduga berkaitan dengan perselingkuhan mereka beredar di media sosial.
Percakapan itu juga memicu spekulasi adanya pernikahan siri. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polnep Pontianak kontan bereaksi. Widodo didesak mundur dari jabatan direktur.
Alasannya, dugaan skandal asmara tersebut mencoreng nama baik kampus sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika dan integritas.
“Kami sebagai mahasiswa dituntut menjaga disiplin dan integritas. Namun justru pimpinan kami yang diduga melanggar,” ujar Ketua BEM Polnep Pontianak, Muhammad Iqbal, Kamis (3/5/2026).
Menurutnya, skandal asmara itu sebenarnya sudah lama beredar di lingkungan kampus. Telah menjadi rahasia umum di kalangan iternal mahasiswa.
Namun baru meledak ke ruang publik setelah viral di media sosial. Yang disayangkan, kasus tersebut belum ditangani secara serius. Hingga kini belum ada sanksi tegas yang dijatuhkan. Widodo pun masih menjabat sebagai Direktur Politeknik Negeri Pontianak.
Kondisi ini memicu kekecewaan mahasiswa. Mereka menilai kampus seharusnya bertindak cepat untuk menjaga marwah institusi.
Apalagi, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Pasal 3 dan 4, mewajibkan ASN menjunjung tinggi integritas, moralitas, etika, dan perilaku terpuji.
“Kami sangat menyayangkan jika yang bersangkutan tidak dicopot sebagai ASN. Dugaan perselingkuhan dan pernikahan siri ini merusak moral. Seharusnya tidak ada ampun,” katanya.
Mahasiswa juga meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta inspektorat turun tangan. Mereka mendesak agar dilakukan audit secara terbuka.
“Kami minta prosesnya transparan. Kasus ini harus dikawal dan ditindak tegas,” ujarnya.
Selain itu, senat kampus juga diminta tidak tinggal diam. Mereka didorong mengambil langkah tegas untuk memulihkan nama baik institusi.
“Kami sudah menyurati senat. Jika tidak ada tindakan, maka kami akan melakukan aksi besar-besaran,” ancamnya.
Iqbal menilai, dalam situasi seperti ini sikap moral pimpinan kampus sangat dibutuhkan. “Seharusnya direktur punya sikap moral untuk mundur dari jabatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Widodo belum memberikan klarifikasi atas tudingan skandal asmara yang menyeret namanya.
Insidepontianak.com telah berupaya melakukan konfirmasi dengan menghubungi nomor WhatsApp-nya. Namun tak direspons.
Sementara itu, sejumlah pertanyaan yang dikirim lewat pesan tertulis juga tak dijawab hingga berita ini diterbitkan.***
Penulis : Redaksi
Editor : -
Tags :

Leave a comment