Musda Golkar Kalbar Tanpa Riak, Ichfany di Jalur Aklamasi Menuju Ketua DPD
PONTIANAK, insidepontianak.com – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Golkar Kalimantan Barat resmi digelar di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (7/3/2026).
Forum tertinggi partai di tingkat provinsi ini akan menentukan arah kepemimpinan Golkar Kalbar lima tahun ke depan, sekaligus memilih Ketua DPD periode 2026–2031.
Musda dibuka Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Wihaji. Ia hadir mewakili Ketua Umum, Bahlil Lahadalia. Wihaji menegaskan, Musda merupakan bagian dari konsolidasi nasional partai yang sedang berlangsung di berbagai daerah.
“Ini bagian dari konsolidasi organisasi melalui Musda di seluruh Indonesia,” kata Wihaji.
Menurutnya, Musda memiliki tiga agenda utama. Mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, menyusun program kerja baru, serta memilih ketua DPD Golkar Kalbar.
Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum Golkar kepada seluruh kader. Intinya: soliditas dan dukungan terhadap pemerintahan.
“Golkar bagian dari koalisi pemerintahan. Kita harus mendukung seluruh program pemerintah. Di saat yang sama, kekuatan politik Golkar di daerah juga harus ditingkatkan,” ujarnya.
Targetnya jelas. Kursi Golkar di Kalimantan Barat harus bertambah. Wihaji juga mengapresiasi kepemimpinan Ketua DPD Golkar Kalbar sebelumnya, Maman Abdurrahman. Ia menilai Maman berhasil menjaga soliditas sekaligus memperkuat posisi Golkar di daerah.
Musda Tanpa Riak
Ketua DPD Golkar Kalbar, Maman Abdurrahman, mengaku bersyukur Musda kali ini berlangsung relatif tenang. Suasana forum justru terasa cair dan penuh kebersamaan. Ia bahkan menyebut Musda kali ini berhasil “mematahkan kutukan”.
“Biasanya setiap Musda ribut. Kali ini riang gembira. Semangatnya kebersamaan,” kata Maman.
Menurutnya, soliditas internal menjadi modal penting Golkar menghadapi pertarungan politik ke depan. Konsolidasi itu mulai terlihat dari sejumlah capaian elektoral. Salah satunya di DPR RI. Kursi Golkar dari daerah pemilihan Kalbar I naik dari satu menjadi dua kursi.
“Artinya kerja-kerja politik kader mulai menunjukkan hasil,” ujarnya.
Jalan Ichfany Terbuka
Dinamika Musda Golkar biasanya terlihat dari proses penjaringan bakal calon ketua. Namun kali ini, kontestasi nyaris tanpa persaingan. Hingga penutupan pendaftaran, hanya satu nama yang masuk: Bendahara DPD Golkar Kalbar, Ichfany.
“Pendaftaran sudah dibuka. Hanya Pak Ichfany yang mendaftar,” kata Maman.
Menurutnya, sebagian besar pemilik suara juga telah menyatakan dukungan kepada Ichfany. Situasi ini membuat peluang aklamasi terbuka lebar.
Maman menilai dukungan itu tidak muncul tiba-tiba. Ichfany dikenal sebagai kader yang lama berproses di internal partai.
“Beliau punya rekam jejak. Berproses dari bawah,” ujarnya.
Di sisi lain, Golkar Kalbar juga mulai membaca perubahan demografi pemilih. Generasi muda makin dominan dalam peta politik. Karena itu, figur yang lebih muda dinilai penting untuk menjaga daya saing partai.
“Kita juga melihat tren pemilih milenial. Figur muda menjadi penting untuk masa depan Golkar,” kata Maman.
Regenerasi Golkar Kalbar
Meski calon ketua bukan pejabat publik, Maman tetap optimistis Golkar Kalbar mampu mempertahankan posisinya sebagai kekuatan politik besar di daerah. Ia bahkan mengibaratkan peta politik daerah seperti kompetisi sepak bola.
“Kalau partai lain mungkin masih Liga 2. Golkar ini sudah Liga Nasional,” katanya.
Karena itu, menurut Maman, Golkar perlu memberi ruang kepada kader baru untuk memimpin. “Supaya geraknya lebih cepat,” ujarnya.
Ia berharap kepemimpinan berikutnya mampu melanjutkan sekaligus menyempurnakan kerja politik yang telah dibangun selama ini.
“Saya sadar masih banyak kekurangan di masa kepemimpinan saya. Harapannya, kepengurusan baru bisa menyempurnakannya,” kata Maman.
Dengan hanya satu kandidat yang maju, Musda XI Golkar Kalbar diperkirakan akan menetapkan Ichfany sebagai Ketua DPD Golkar Kalbar periode 2026–2031 secara aklamasi.***
Penulis : Andi Ridwansyah/biz
Editor : -

Leave a comment