Pemkot Pontianak Borong Dua Penghargaan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan
PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kota Pontianak kembali mencatatkan capaian di bidang tata kelola pemerintahan yang membanggakan.
Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemkot Pontianak memborong dua penghargaan sekaligus di sektor perpustakaan dan kearsipan.
Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kepada Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, saat apel peringatan HUT Pemprov Kalbar di Halaman Kantor Gubernur, Rabu (28/1/2026).
Dua penghargaan ini menegaskan konsistensi Pemkot Pontianak dalam mendukung program prioritas nasional sekaligus memperkuat tata kelola arsip yang profesional dan akuntabel.
Penghargaan pertama diraih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak. Instansi ini menempati Terbaik III dalam implementasi Program Prioritas Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2025 tingkat Provinsi Kalbar, dengan nilai 67,25.
Penilaian mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan serta Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 3 Tahun 2023.
Program TPBIS dinilai mampu menggeser peran perpustakaan dari sekadar pusat baca menjadi ruang pemberdayaan masyarakat.
Melalui program ini, perpustakaan didorong menjadi tempat belajar, berkreasi, dan meningkatkan keterampilan, termasuk di bidang ekonomi kreatif.
Penghargaan kedua diraih Pemkot Pontianak sebagai Peringkat I Pengawasan Kearsipan Eksternal Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat Tahun 2025.
Penilaian ini berlandaskan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.
Dalam penilaian yang dilakukan Pemprov Kalbar pada November 2025, Pemkot Pontianak mencatat nilai 87,18. Kategori A atau Memuaskan. Tertinggi di antara seluruh kabupaten dan kota di Kalbar.
Sekda Kota Pontianak, Amirullah, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah.
“Ini buah dari komitmen dan kerja keras bersama dalam membangun sistem perpustakaan dan kearsipan yang tertib, profesional, dan melayani publik,” ujarnya.
Menurut Amirullah, pencapaian tersebut tak lepas dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, serta kepatuhan terhadap regulasi. Prestasi ini, kata dia, sekaligus menjadi pengingat untuk terus berbenah.
“Kami akan terus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan,” katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, menilai capaian ini lahir dari kerja yang konsisten dan terukur.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk menghadirkan perpustakaan yang inklusif dan adaptif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai inovasi telah dilakukan. Mulai dari penguatan layanan berbasis teknologi informasi, peningkatan kapasitas pustakawan dan arsiparis, hingga pengembangan program literasi yang melibatkan komunitas dan pelaku usaha mikro.
Di bidang kearsipan, pihaknya terus mendorong tertib arsip di seluruh perangkat daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga akuntabilitas kinerja pemerintah dan menyediakan sumber informasi yang bernilai bagi pembangunan.
“Kearsipan yang baik adalah fondasi pemerintahan yang akuntabel,” katanya.
Rendrayani berharap capaian ini tidak berhenti pada penghargaan. Target berikutnya adalah mempertahankan prestasi dan menjadikannya standar kerja.
“Kami berkomitmen terus berinovasi dan memperkuat sinergi agar layanan perpustakaan dan kearsipan berdampak langsung bagi masyarakat,” tutupnya.***
Penulis : Prokopim
Editor : -
Tags :

Leave a comment