Tiga Kecelakaan Perairan Warnai Arus Mudik Lebaran, Kantor SAR Pontianak Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan

24 Maret 2026 20:16 WIB
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Arus mudik Lebaran tahun ini diwarnai sejumlah insiden di perairan. Tercatat, sedikitnya tiga kecelakaan transportasi air terjadi selama periode mudik di wilayah Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Landak.

Peristiwa pertama terjadi di wilayah Kubu Raya. Seorang penumpang KM Sulawesi, Yahdi Arriansyah (20), dilaporkan jatuh dan tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di Desa Pinang Dalam, Kecamatan Kubu Raya. Korban ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian dalam kondisi meninggal dunia.

Insiden kedua terjadi di Pontianak. Seorang anak bernama Fatur (8) dilaporkan hilang dan tenggelam saat mandi di Sungai Kapuas, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur. Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan meninggal dunia pada hari ketiga operasi, Minggu (22/3/2026).

Kejadian ketiga terjadi di wilayah Kabupaten Landak. Seorang pria bernama Khairul Umam (35) dilaporkan terjatuh dari kapal kelotok di Sungai Landak, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebangki, pada 22 Maret 2026. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit ayan yang diduga kambuh hingga menyebabkan dirinya terjatuh ke sungai.

Menanggapi sejumlah kejadian tersebut, Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan selama perjalanan, khususnya bagi pemudik yang menggunakan jalur laut dan sungai.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas transportasi menjelang Hari Raya Idulfitri harus diimbangi dengan kesadaran keselamatan yang tinggi dari masyarakat.

“Dalam rangka mendukung keselamatan perjalanan masyarakat selama arus mudik, kami mengimbau kepada seluruh pemudik agar selalu waspada dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga seluruh pengguna transportasi, baik darat maupun perairan. Karena itu, pemudik diminta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum berangkat, memperhatikan kondisi cuaca, serta membawa perlengkapan darurat seperti kotak P3K dan alat komunikasi.

Tak hanya itu, Junetra juga mengingatkan pentingnya kondisi fisik pengemudi.

“Pengemudi harus dalam kondisi sehat dan cukup istirahat serta dianjurkan beristirahat setiap dua hingga tiga jam,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan selama arus mudik merupakan tanggung jawab bersama. Pihaknya juga memastikan personel SAR tetap siaga penuh selama periode mudik Lebaran.

“Keselamatan perjalanan masyarakat, baik yang menggunakan transportasi darat maupun perairan, menjadi prioritas kami. Kami siap siaga 24 jam untuk membantu masyarakat,” tegasnya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar