Satarudin Belum Setujui Jembatan Garuda, Minta Pemkot Lakukan Kajian Mendalam dan Libatkan Publik

2 April 2026 14:27 WIB
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menegaskan belum memberikan persetujuan terhadap rencana pembangunan Jembatan Garuda. Ia menilai proyek tersebut tidak boleh diputuskan secara tergesa-gesa tanpa kajian komprehensif yang matang.

“Yang jelas saya sebagai Ketua DPRD Kota Pontianak belum setuju terkait pembangunan Jembatan Garuda ini. Apalagi nanti sistemnya berbayar. Harus ada kajian yang matang, tidak bisa asal untuk mengurai kemacetan,” ujar Satarudin. 

Menurut Satarudin, pembangunan jembatan dengan skema berbayar harus melalui berbagai tahapan kajian, mulai dari aspek manfaat, dampak sosial, hingga beban ekonomi bagi masyarakat. 

Ia mengingatkan, kebijakan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada solusi cepat, melainkan harus mempertimbangkan kepentingan jangka panjang warga.
Ia juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas proyek tersebut dalam mengatasi kemacetan. “Jangan sampai dibangun, tapi tidak menjawab persoalan utama. Harus jelas dulu manfaatnya bagi masyarakat Pontianak,” tegasnya.

Selain itu, Satarudin meminta Pemerintah Kota Pontianak untuk memaksimalkan penataan jalan yang sudah ada sebagai solusi alternatif.

 Menurutnya, pengembangan infrastruktur seperti inner ring road bisa menjadi langkah strategis dalam mengurai kemacetan tanpa harus terburu-buru membangun jembatan baru.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pelibatan seluruh pemangku kepentingan dalam proses perencanaan. Mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga masyarakat harus dilibatkan untuk memastikan proyek tersebut benar-benar memberikan dampak positif.

Satarudin juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada koordinasi terbaru antara pihak terkait mengenai kelanjutan rencana Jembatan Garuda. 

Ia mengingatkan bahwa proyek berskala besar seperti ini juga membutuhkan persetujuan dari pemerintah pusat dan tidak bisa diputuskan secara sepihak, meskipun ada investor yang siap terlibat.

“Yang jelas kita butuh kajian yang matang, bukan keputusan emosional. Libatkan semua stakeholder agar jelas arah dan manfaatnya bagi Kota Pontianak,” pungkasnya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar