Cuaca Cerah Saat Insiden, Pengamat Duga Kecelakaan Helikopter PK-CFX karena Gangguan Teknis

17 April 2026 13:28 WIB
Serpihan helikopter PK-CFX terpantau dari udara berada di hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau . (Dok. SAR)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pengamat transportasi udara Kalimantan Barat, Syarif Usmulyadi, menilai kecelakaan helikopter PK-CFX kecil kemungkinan dipicu faktor cuaca.

Saat insiden terjadi, kondisi cuaca dilaporkan cerah. Karena itu, dugaan awal mengarah pada gangguan teknis pada helikopter.

“Dari rekaman yang beredar, cuaca saat kejadian cukup baik. Tidak ada hambatan signifikan. Artinya faktor cuaca bisa dikesampingkan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Helikopter PK-CFX sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis pagi (16/4/2026) sekitar pukul 08.39 WIB, saat terbang dari Melawi menuju Kubu Raya.

Helikopter tersebut kemudian ditemukan di kawasan perbukitan hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Delapan orang di dalamnya yang teridiri dari dua kru dan enam penumpang dinyatakan tewas dan telah dievakuasi.

Syarif menjelaskan, dalam dunia penerbangan, kecelakaan umumnya dipengaruhi tiga faktor utama: kesalahan manusia, cuaca, dan kondisi teknis pesawat.

Namun dalam kasus ini, ia menilai indikasi terkuat mengarah pada faktor mekanikal dan perawatan pesawat.

“Apakah pesawat dalam kondisi layak terbang? Apakah pengecekan rutin dilakukan sesuai prosedur? Ini yang harus ditelusuri,” tegasnya.

Menurutnya, secara perkiraan awal, kontribusi faktor teknis bisa mencapai 80 hingga 90 persen, sementara faktor manusia relatif kecil.

Meski demikian, ia menegaskan kesimpulan akhir tetap harus menunggu hasil investigasi resmi.

“Semua harus dibuktikan melalui penyelidikan. Tidak bisa disimpulkan sepihak,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar