PLTS Untan Belum Maksimal, Ini Penjelasan Dewan Energi Nasional

18 April 2026 17:46 WIB
Anggota Dewan Energi Nasional, Muhammad Kholid Syeirazi. (insidepontianak.com/Greg)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Universitas Tanjungpura (Untan) dinilai masih belum berjalan optimal. 

Padahal, Kalimantan Barat dikenal memiliki potensi energi surya yang besar, karena berada di jalur khatulistiwa.

Anggota Dewan Energi Nasional, Muhammad Kholid Syeirazi mengatakan, keberadaan PLTS di Untan sejauh ini masih dalam skala terbatas.

“Sudah ada, tapi memang belum besar. Jadi kontribusinya juga belum maksimal,” kata Kholid, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama PLTS adalah sifat produksinya yang hanya berlangsung saat siang hari. 

Sementara, kebutuhan listrik tertinggi atau beban puncak justru terjadi pada malam hari.

Kondisi ini membuat pemanfaatan energi surya belum bisa sepenuhnya diandalkan tanpa dukungan teknologi tambahan.

“Harus ada sistem penyimpanan energi, supaya listrik yang dihasilkan siang hari bisa dipakai malam,” jelasnya.

Selain itu, Kholid juga menyinggung aspek investasi dan keekonomian yang masih menjadi pekerjaan rumah. 

Menurutnya, biaya pengembangan PLTS masih relatif tinggi dibandingkan energi konvensional.

Di sisi lain, energi fosil yang masih mendapatkan subsidi membuat energi baru terbarukan sulit bersaing dari sisi harga.

“Kalau yang murah masih energi fosil, orang pasti cenderung ke sana,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi ini tidak hanya terjadi di Kalbar. Secara nasional, kontribusi PLTS dalam bauran energi juga masih kecil, sekitar 3 persen.

Untuk itu, ia mendorong adanya dukungan lebih kuat, baik dari sisi regulasi, insentif, maupun kemudahan investasi agar pengembangan energi surya bisa lebih cepat.

Kholid menilai, pengembangan PLTS di kampus seperti Untan tetap penting sebagai langkah awal. Namun, untuk skala yang lebih besar, diperlukan keterlibatan berbagai pihak.

“Tidak bisa hanya kampus. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat,” pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar