PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menegaskan peran strategis PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebagai ujung tombak dalam memperluas akses pendidikan di Kalbar.
Menurutnya, PKBM tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi harus menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang belum tersentuh pendidikan formal.
“Dengan inovasi dan digitalisasi tata kelola, PKBM diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif,” ujarnya saat menerima penghargaan atas dedikasi dan komitmennya dalam mendukung pengembangan PKBM di Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa malam (21/4/2026).
Ia menyoroti perubahan besar dalam dunia pendidikan, dari yang dulu terbatas menjadi semakin terbuka. Karena itu, akses pendidikan harus bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah penghapusan angka anak putus sekolah melalui program Desa SAKTI, yakni desa yang ditargetkan bebas dari kasus putus sekolah.
“Ini target besar kita bersama, bagaimana tidak ada lagi anak yang berhenti sekolah di Kalimantan Barat,” tegasnya.
Data yang dipaparkan menunjukkan masih sekitar 28 persen masyarakat Kalbar belum menuntaskan pendidikan hingga jenjang SMA. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar saat ini berada di angka 72,09 dan menempati posisi kelima di wilayah Kalimantan.
Untuk itu, pemerintah mendorong kolaborasi antara PKBM dengan SMA, SMK, hingga sektor swasta. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan kesetaraan, khususnya melalui program Paket C bagi masyarakat maupun karyawan yang belum memiliki ijazah setara SMA.
Penghargaan yang diterima Gubernur Kalbar menjadi bentuk apresiasi atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong percepatan pembangunan pendidikan di Kalimantan Barat. (*)
Leave a comment