Kebutuhan Dokter Anestesi di Pontianak Baru Terpenuhi Sepertiga

19 Mei 2026 17:09 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) RI Fauzan saat meresmikan Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Program Spesialis serta Program Studi Ilmu Farmasi Program Magister di Fakultas Kedokteran Untan/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com– Kota Pontianak masih menghadapi kekurangan serius tenaga dokter spesialis anestesi. Dari total kebutuhan yang ada, ketersediaan dokter anestesi saat ini disebut baru terpenuhi sekitar sepertiga. 

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) RI Fauzan mengatakan pembukaan program spesialis tersebut menjadi bagian dari program nasional percepatan pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis di daerah.

“Anestesi di Pontianak baru sepertiga dipenuhi, padahal kebutuhannya masih banyak,” ujarnya saat meresmikan Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Program Spesialis serta Program Studi Ilmu Farmasi Program Magister di Fakultas Kedokteran Untan.

Menurut Fauzan, kekurangan dokter anestesi berdampak besar terhadap pelayanan kesehatan, terutama layanan operasi dan perawatan intensif di rumah sakit. Karena itu, pemerintah mendorong perguruan tinggi di daerah membuka program pendidikan spesialis sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Ia menjelaskan, percepatan pendidikan dokter spesialis merupakan program strategis nasional yang digagas Presiden RI untuk memperkuat layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

“Jadi akselerasi program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis adalah program nasional yang digagas oleh presiden,” katanya.

Fauzan berharap peserta PPDS yang menempuh pendidikan di Untan nantinya dapat kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan sehingga distribusi dokter spesialis lebih merata.

“Mereka yang mengikuti program spesialis ini diharapkan memperoleh rekomendasi dari daerah, nanti kalau sudah selesai kembali ke daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mempercepat pemenuhan dokter spesialis di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Barat.

“Sehingga ke depan tidak ada lagi kasus-kasus dokter hanya praktik setahun dua tahun setelah itu minta pindah. Jadi program ini selain peningkatan mutu SDM kesehatan dokter, juga untuk mengatasi problem distribusi,” pungkasnya.(Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar