Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk di GPP Gorontalo Aman

19 Mei 2026 16:17 WIB
ireksi dan Dewan Komisaris PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meninjau Gudang Pupuk Pusri (GPP) Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Senin (18/5/2026). (Istimewa)

GORONTALO, insidepontianak.com — Direksi dan Dewan Komisaris PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meninjau Gudang Pupuk Pusri (GPP) Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Senin (18/5/2026).

Kunjungan dipimpin langsung Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim, Qomaruzzaman, bersama Dewan Komisaris Sukardi Rinakit, Musthofa, dan Azis Samual.

Rombongan turut didampingi jajaran manajemen Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim. Peninjauan dilakukan di gudang lini III distribusi pupuk guna memastikan kesiapan stok, kapasitas penyimpanan, mutu produk, serta kelancaran distribusi kepada petani.

Qomaruzzaman mengatakan pengecekan langsung menjadi bagian dari komitmen perusahaan menjaga pasokan pupuk tetap tersedia di daerah distribusi.

“Kami ingin memastikan stok tersedia, distribusi lancar, dan kualitas pupuk tetap terjaga hingga diterima petani,” ujarnya.

Kepala Gudang GPP Kecamatan Telaga, Irfan Bagu, menjelaskan gudang tersebut melayani kebutuhan pupuk untuk seluruh wilayah Gorontalo dengan kapasitas sekitar 2.800 ton.

Secara keseluruhan, kapasitas gudang pupuk di Provinsi Gorontalo mencapai 16.683 ton yang didukung empat gudang pupuk subsidi dan enam gudang di Kabupaten Gorontalo.

Saat ini, stok pupuk yang tersedia mencapai 7.253 ton. Jumlah itu terdiri dari 5.856 ton pupuk subsidi dan 1.397 ton pupuk nonsubsidi.

Sementara realisasi penyaluran urea subsidi hingga Mei 2026 telah mencapai 15.152 ton.

“Sejauh ini distribusi berjalan lancar dan belum ada kendala berarti,” kata Irfan.

Dalam peninjauan tersebut, Dewan Komisaris juga mengecek kondisi gudang, sistem penyimpanan, kemasan, hingga standar timbangan produk.

Komisaris Pupuk Kaltim, Sukardi Rinakit, mengatakan kunjungan lapangan menjadi bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai target.

Sementara Komisaris Musthofa menegaskan pengecekan dilakukan untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan efektif dalam mendukung program swasembada pangan.

“Pengecekan langsung ini untuk memastikan pupuk tersedia dan tersalurkan tepat sasaran kepada petani,” ujarnya.

Komisaris Azis Samual menambahkan distribusi pupuk yang lancar akan berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo/biz
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar