Bupati Ketapang Dorong Kafe Modern Jadi Ruang Publik Produktif

8 Juni 2026 16:22 WIB
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo memberi sambutan di kegiatan grand opening Kafe Teduh Coffee. (Istimewa)

KETAPANG, insidepontianak.com - Geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Ketapang terus tumbuh. Salah satu indikatornya, ruang publik baru seperti coffee shop dan kafe-kafe modern semakin menjamur.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo memandang tren ini bukan sekadar gaya hidup biasa. Menurutnya, fenomena tersebut merupakan modal sosial yang berharga jika diarahkan dengan tepat dan terukur.

Maksudnya, kafe modern harus didorong agar lebih produktif. Tidak sekadar menjadi tempat nongkrong. Tetapi menjadi ruang yang memperkuat komunikasi sosial dan menumbukan inovasi.

Pesan itu disampaikannya saat grand opening Teduh Coffee yang berdiri di pusat Kota Ketapang. Ia pun memuji nama kafe modern ini.

Menurutnya, kata "teduh" mencerminkan kesejukan, kedamaian, serta simbol ruang yang mampu mengakomodasi dialog.

“Ketika suasana di luar terasa panas, kita bisa datang ke sini mencari kesejukan, berdiskusi, dan menemukan jalan keluar bersama. Itulah makna teduh sesungguhnya,” ujarnya.

Momentum peresmian itu sekaligus dimanfaatkan Bupati untuk berdiskusi merespons isu ekonomi lokal. Saat ini, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tengah mengalami fluktuasi.

Masalah tersebut tentu saja krusial. Karena, mayoritas masyarakat Ketapang hidup dari sektor sawit. Dinamika ekonomi tersebut rawan memicu gejolak sosial jika tidak dikelola lewat komunikasi yang baik.

Di sinilah pentingnya kehadiran ruang publik sebagai sarana komunikasi konstruktif antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk meredam potensi konflik.

“Saya percaya, dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan yang terjaga, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” tegasnya.

Pemilik Teduh Coffee, Theo Bernardi menyambut baik visi Bupati dengan merancang tempat nongkrong yang inklusif.

Konsep tanpa sekat sengaja diusung agar seluruh lapisan masyarakat bisa memanfaatkan tempat ini sebagai wadah diskusi.

“Selain menjadi tempat ngopi, kami berharap tempat ini dapat menjadi ruang silaturahmi yang melahirkan ide-ide positif untuk kemajuan Kabupaten Ketapang,” kata Theo.

Melalui sinergi ini, sektor kuliner kini bukan lagi sekadar tempat singgah untuk nongkrong biasa.

Tetapi, industri ini telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang memperkuat persatuan sosial masyarakat di Kabupaten Ketapang.***


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar