Kemarau Melanda, Sungai Empanang Dicemari PETI, Warga Kian Sulit Air Bersih
KAPUAS HULU, insidepontianak.com — Sungai Empanang di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, semakin tercemar.
Airnya tak lagi dapat digunakan warga karena sudah sangat keruh. Warnanya cokelat pekat bercampur lumpur.
“Air Sungai Empanang saat ini sudah seperti kubangan babi. Kondisi ini sudah dua bulan berlangsung,” keluh warga Desa Nanga Kantuk, Antonius Bawin, Rabu (12/8/2026).
Padahal, Sungai Empanang merupakan sumber kehidupan bagi warga setempat. Kini, musim kemarau melanda. Kebutuhan air bersih kian sulit karena alirannya sudah dirusak.
Menurut Antonius, pencemaran tersebut dipicu maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang telah merambah Daerah Aliran Sungai (DAS).
Ironisnya, kegiatan ilegal itu beroperasi secara terbuka. Sementara penertiban dinilai tak pernah menyasar pelaku utama.
Razia aparat sering kali berakhir nihil. Diduga selalu bocor lebih dulu. Maka tak heran, jarang ada pemodal yang tertangkap.
Praktis, penindakan kerap hanya berakhir pada pembakaran lanting atau penyitaan peralatan di lokasi. Tak memberikan efek jera.
Setelah penertiban, tambang ilegal kerap muncul lagi. Begitu seterusnya. Bahkan bisa semakin masif.
“Kami kecewa dengan aparat, seolah-olah tidak melihat. Kalau PETI itu diizinkan, tolong carikan dulu solusi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga,” desak Antonius.
Dampak kerusakan lingkungan akibat PETI sangat nyata: sumber air bersih hilang, ekosistem sungai rusak, dan masyarakat luas yang menanggung akibatnya.
Camat Empanang, Herman Goe, menyatakan persoalan PETI sebenarnya sudah pernah dibahas bersama unsur Muspika dan tokoh masyarakat tahun lalu.
Dalam pertemuan itu, para penambang diminta berhenti dan beralih ke sektor lain seperti kebun sawit, atau mengajukan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar legal dan terkendali.
“Tetapi imbauan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti. Padahal mereka tahu pekerjaan itu dilarang dan berpotensi diproses hukum,” ujar Herman.
Alhasil, kegiatan tambang emas ilegal tak pernah berhenti total. Herman pun mengaku tak lagi memantau perkembangan terkini. Penindakan sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian.
“Mungkin teman-teman Polsek yang lebih tahu,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Polsek setempat belum memberikan penjelasan terkait maraknya kembali PETI di Sungai Empanang yang meresahkan warga di tengah musim kemarau ini.***
Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -

Leave a comment