Caesar Pelajar SMPN 10 Pontianak Ukir Prestasi Nasional, Siap Bawa Nama Indonesia ke Malaysia

13 Agustus 2026 14:09 WIB
Achmad Caesar Erwiandi pelajar SMPN 10 Pontianak juara pertama lomba roket air tingkat nasional 2026 siap menuju kejuaraan internasional/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Nama SMP Negeri 10 Pontianak kembali mencuri perhatian. Achmad Caesar Erwiandi, pelajar kelas IX, sukses mengharumkan nama Kalimantan Barat setelah meraih Juara I Kompetisi Roket Air Pelajar Nasional 2026 di Malang, Jawa Timur.

Prestasi tersebut diraih Caesar dalam kompetisi yang digelar pada 7–8 Agustus 2026 di Lapangan VEDC (PPPTK), Malang. Ia berhasil menjadi yang terbaik setelah bersaing dengan sekitar 90 peserta dari delapan provinsi di Indonesia.

Delapan provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Kemenangan Caesar sekaligus membuka jalan baginya untuk melangkah ke level yang lebih tinggi. Ia dipersiapkan untuk mewakili Indonesia dalam Kompetisi Roket Air tingkat internasional di Malaysia yang direncanakan berlangsung tahun ini.

Guru pembimbing SMPN 10 Pontianak, Dyah Wulandari Dwi Puji Astuti, mengatakan persaingan di tingkat nasional berlangsung sangat ketat. Setiap peserta memiliki kemampuan, kreativitas, hingga strategi tersendiri dalam merancang dan meluncurkan roket air.

“Persaingan berlangsung sangat ketat karena seluruh peserta memiliki kemampuan, kreativitas, dan strategi yang berbeda dalam merancang serta meluncurkan roket air,” ungkap Dyah, Kamis (13/8/2026).

Dyah menjelaskan, perjalanan SMPN 10 Pontianak menuju tingkat nasional sebelumnya dimulai dari kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Setelah berhasil menjadi juara di tingkat provinsi, sekolah tersebut kemudian dipercaya mewakili Kalbar pada kompetisi nasional di Malang.

Selain Caesar, SMPN 10 Pontianak juga mengirimkan Mahathir Muhammad dan Rhino Raka Islami, yang kini telah menjadi siswa SMAN 4 Pontianak. Mereka tergabung dalam kontingen Kalimantan Barat yang berjumlah 25 peserta dari berbagai sekolah.

Para peserta SMPN 10 Pontianak mendapat pendampingan dari guru Dyah Wulandari Dwi Puji Astuti, ST dan Endi Nur Sapikka, S.Pd.

Jelang kompetisi nasional, persiapan dilakukan secara intensif. Para siswa menjalani latihan untuk meningkatkan kemampuan dalam membuat, mengatur teknik peluncuran, menentukan strategi, hingga mengoptimalkan performa roket air.

“Latihan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan, ketepatan, teknik peluncuran, serta kemampuan peserta dalam mengoptimalkan performa roket air,” jelas Dyah yang sehari-hari mengampu mata pelajaran IPA.

Bagi Caesar, kompetisi tersebut bukan sekadar persoalan menjadi juara. Ajang ini juga menjadi pengalaman penting untuk mengasah kemampuan sains dan teknologi sekaligus membangun kepercayaan diri, ketekunan, kreativitas, sportivitas, kerja sama, dan mental berkompetisi.

Hasil yang diraih di Malang pun menjadi modal berharga sebelum menghadapi persaingan di tingkat internasional.

Dyah mengatakan pihak sekolah kini mulai mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi di Malaysia. Latihan ke depan akan lebih difokuskan pada peningkatan kualitas teknik pembuatan dan peluncuran roket, akurasi, serta strategi saat bertanding.

“Pengalaman yang diperoleh pada tingkat nasional diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan peserta dalam menghadapi persaingan yang lebih luas di tingkat internasional,” tuturnya.

Sekolah menargetkan latihan yang lebih terarah dan berkelanjutan mampu meningkatkan kemampuan Caesar dan tim. Harapannya, prestasi di tingkat nasional dapat kembali ditorehkan di kancah internasional.

Jika target tersebut tercapai, Caesar bukan hanya membawa nama SMPN 10 Pontianak, tetapi juga Kota Pontianak dan Kalimantan Barat hingga ke panggung internasional di Malaysia. (*)


Penulis : REDAKSI
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar