Karolin Soroti Tantangan Pendidikan di Era Perubahan, Pemetaan Bakat Anak Dinilai Penting

8 Juni 2026 15:55 WIB
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa saat memberikan kata sambutan dalam acara pelepasan kelulusan Siswa Sekolah Dasar Swasta Alfa Omega Landak Angkatan XI, di Aula Kantor Bupati Landak, Senin (8/6/2026).

LANDAK, Insidepontianak.com - Perubahan yang berlangsung cepat di berbagai bidang membuat tantangan dunia pendidikan semakin kompleks. Orang tua tidak lagi hanya dituntut memastikan anak bersekolah, tetapi juga memahami potensi dan arah perkembangan anak sejak dini.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengatakan, laju perubahan yang terjadi saat ini memunculkan kekhawatiran baru bagi banyak orang tua mengenai kesiapan anak menghadapi masa depan.

“Dunia hari ini berubah dengan cepat. Para orang tua pun selalu khawatir apakah pendidikan yang kita berikan hari ini cukup untuk mereka di masa yang akan datang,” ucap Karolin saat mewakili orang tua siswa dalam pelepasan lulusan Angkatan XI SDS Alfa Omega Landak di Aula Kantor Bupati Landak, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, sistem pendidikan yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman menuntut peserta didik untuk mengenali minat dan kemampuan mereka lebih awal.

Karena itu, peran orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak menjadi semakin penting.

Karolin menilai pemetaan bakat dan asesmen potensi perlu dilakukan sejak dini agar anak dapat berkembang sesuai bakat yang dimilikinya.

Dengan begitu, orang tua memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai bidang yang dapat dikembangkan pada diri anak.

“Sekarang anak-anak naik kelas dua itu sudah pilih jurusan. Jadi memang ini semacam asesmen kepada anak untuk mengetahui potensinya, kelebihannya, sehingga nanti ke depan orang tua bisa tahu kekuatan anaknya di mana,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda.

Karena itu, pendidikan tidak semestinya mendorong anak menjadi seragam, melainkan membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.

Menurut Karolin, kemampuan mengenali kelebihan anak akan menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

“Setiap anak adalah unik. Setiap anak tidak pernah bisa sama,” katanya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar