Dorong Petani Gunakan Alsintan, Pemkab Maksimalkan Program Brigade Pangan
LANDAK, Insidepontianak.com - Di sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Landak, suara mesin mulai perlahan menggantikan bunyi cangkul dan tenaga manual yang selama ini menjadi andalan petani.
Perubahan itu memang belum terjadi secara merata. Namun Pemkab mulai mendorong petani mengenal alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai cara untuk menekan biaya produksi sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Landak, John Elak, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan penyuluh pertanian, salah satunya dalam program Brigade Pangan yang kini menjadi bagian dari strategi modernisasi pertanian.
"Tujuannya memperkenalkan teknologi pertanian kepada petani. Dengan alat yang lebih modern, pekerjaan bisa lebih cepat, biaya bisa ditekan, dan kebutuhan tenaga kerja juga berkurang," kata John, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, penggunaan alsintan tidak hanya membantu saat pengolahan lahan, tetapi juga dapat dimanfaatkan mulai dari masa tanam hingga panen dan pascapanen.
Di Landak, sedikitnya terdapat 10 Brigade Pangan yang menjadi sasaran pendampingan penyuluh pertanian.
Kelompok-kelompok ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi petani untuk mengenal penggunaan teknologi yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.
Meski demikian, John mengakui proses memperkenalkan teknologi pertanian kepada petani tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Sebagian petani masih terbiasa menggunakan cara-cara konvensional yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Karena itu, pendampingan dan sosialisasi terus dilakukan agar petani dapat melihat secara langsung manfaat penggunaan alsintan di lapangan.
"Kita masih perlu memberikan pemahaman bahwa alsintan ini bukan sekadar mesin. Kalau digunakan dengan tepat, biaya produksi bisa lebih rendah, pekerjaan lebih ringan, dan waktu pengerjaan lebih cepat," pungkasnya. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment