Jelang Piala Dunia 2026, Penjualan Jersey di Pontianak Mulai Menggeliat
PONTIANAK, insidepontianak.com - Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Pontianak dan sekitarnya. Sejumlah toko jersey perlahan mulai diserbu pembeli yang berburu atribut negara favorit mereka, meski atmosfer turnamen sepak bola terbesar dunia itu masih beberapa waktu lagi digelar.
Zaki misalnya, pemilik toko jersey Basmah Shop mengaku penjualan jersey mulai mengalami peningkatan dibanding hari biasa.
Namun, ia tak menampik, persaingan dengan toko online masih menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha offline seperti dirinya.
“Pembelian sih lumayan, cuma ya persaingan tetap sama yang online,” ujarnya saat ditemui di tokonya, Jumat (29/5/2026).
Zaki mengungkapkan, lonjakan pembeli biasanya mulai terasa saat mendekati pembukaan Piala Dunia.
Momen itu disebut menjadi pemicu utama meningkatnya minat masyarakat membeli jersey tim nasional (Timnas).
“Biasanya mulai rame pas pembukaan Piala Dunia itu,” ujarnya.
Adapun untuk sementara ini, kata dia, jersey Timnas Portugal warna hitam menjadi salah satu produk paling banyak dicari pembeli. Selain Portugal, jersey Jerman warna putih juga cukup diminati pelanggan.
“Kalau negara sih Portugal yang hitam rame. Jerman putih juga oke,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menilai antusiasme masyarakat saat ini belum terlalu tinggi. Permintaan jersey diperkirakan masih akan meningkat mendekati kick off turnamen.
“Belum terlalu rame banget, permintaan belum terlalu banyak,” tambahnya.
Di samping itu, Zaki menyebut, harga jersey terbaru di tokonya saat ini berada di kisaran Rp110 ribuan ke atas, tergantung jenis dan kualitas produk.
Ia juga memprediksi harga jersey bakal ikut naik seiring meningkatnya euforia Piala Dunia.
Bahkan, saat Argentina keluar sebagai juara pada Piala Dunia sebelumnya, harga jersey sempat melonjak drastis.
“Terakhir Argentina juara itu naiknya luar biasa, bisa sampai 700–800 persen,” jelasnya.
Basmah Shop sendiri berlokasi di Jalan Parit Haji Husein 1 Nomor 3, Pontianak, tepat di rumah pertama dari arah Jalan Ahmad Yani.
Di balik usahanya itu, Zaki mengaku kecintaannya terhadap sepak bola menjadi alasan utama dirinya memilih bisnis jersey.
Sejak kecil, ia sudah menyukai jersey klub maupun tim nasional, namun saat itu belum mampu membelinya.
“Dari kecil memang suka jersey. Dulu pengen punya tapi enggak kesampaian, sekarang malah jadi penghasilan,” tuturnya.
Inspirasi membuka usaha juga datang saat dirinya merantau di Yogyakarta. Ia melihat peluang bisnis jersey dari temannya yang lebih dulu berjualan.
“Saya lihat modalnya, untungnya, ternyata lumayan. Kebetulan tempat juga ada jadi dicoba,” katanya.
Meski sudah memiliki pelanggan tetap, Zaki mengaku masih menjalankan tokonya dengan cara sederhana tanpa karyawan maupun sistem penjualan online penuh.
“Masih gaya lama lah. Orang datang, orang nanya. Kadang-kadang di Instagram juga,” pungkasnya. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment