Hadapi Era VUCA, AMSI Kalbar Minta Media Perkuat Redaksi dan Model Bisnis
PONTIANAK, insidepontianak.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat mengajak perusahaan pers untuk memperkuat kualitas redaksi sekaligus membangun bisnis media yang berkelanjutan agar mampu menghadapi tantangan industri di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).
Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri, mengatakan media tidak cukup hanya menghadirkan konten berkualitas, tetapi juga harus memiliki fondasi bisnis yang kuat agar tetap mampu menjalankan fungsi jurnalistik di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.
"Ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi AMSI Kalbar. Bagaimana melahirkan konten yang berkualitas dengan ditopang bisnis media yang berkelanjutan. Mari kita lebih sering berdiskusi dan saling berbagi pengalaman untuk memperkuat keredaksian dan bisnis media," ujarnya.
Menurut Muhlis, peningkatan kualitas wartawan harus dimulai dari ruang redaksi. Karena itu, perusahaan pers didorong memberikan ruang bagi jurnalis untuk terus belajar, mengevaluasi diri, dan meningkatkan kompetensi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menegaskan, Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) bukan sekadar memenuhi syarat administratif, melainkan menjadi bentuk tanggung jawab profesional kepada masyarakat.
"Kita sebagai jurnalis harus terus memperbarui diri, meningkatkan kapasitas, dan belajar hal-hal baru. UKJ bukan sekadar ujian teknis, tetapi komitmen untuk menjaga kualitas jurnalisme," tegasnya.
AMSI Kalbar bekerja sama dengan Lembaga Penguji Kompas menggelar UKJ selama dua hari pada 9–10 Juli 2026. Dari 23 peserta yang semula terdaftar, satu orang mengundurkan diri sehingga sebanyak 22 wartawan mengikuti ujian. Hasilnya, lima peserta dinyatakan belum kompeten.
Muhlis mengingatkan peserta yang belum lulus agar tidak berkecil hati dan menjadikan hasil tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan jurnalistik.
"Jangan kecewa. Jadikan ini sebagai penyemangat untuk terus belajar dan mengasah kemampuan jurnalistik," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menilai peningkatan kompetensi wartawan menjadi semakin penting di tengah era VUCA yang ditandai perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan banjir informasi.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Karena itu, kehadiran jurnalis yang kompeten menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
"Situasi ini membuat masyarakat bingung menentukan mana informasi yang benar. Di sinilah peran wartawan menjadi sangat penting. Kita harus menjadi pihak yang dipercaya dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang mereka terima," ujar Harisson.
Ia mengapresiasi langkah AMSI Kalbar yang secara konsisten menyelenggarakan UKJ sebagai upaya meningkatkan profesionalisme wartawan.
"Hampir semua profesi memiliki standar kompetensi dan sertifikasi. Wartawan juga demikian. Ketika kompetensinya meningkat, kepercayaan masyarakat terhadap profesi jurnalis juga akan semakin kuat," pungkasnya. (*)
Penulis : REDAKSI
Editor : -

Leave a comment