Elpiji 3 Kg Langka, Harga Mencekik, Warga Putussibau Desak Aparat Awasi Agen Pangkalan

6 Januari 2026 12:47 WIB
Ilustrasi - Gas melon. (Istimewa)

KAPUAS HULU, insidepontianak.com – Kelangkaan elpiji 3 kilogram membuat warga Putussibau, Kapuas Hulu, geram.

Gas bersubsidi itu sulit ditemukan sejak Desember 2025. Kalau pun ada, harganya melambung tak masuk akal.

Di tingkat pengecer, harga elpiji 3 kg kini berkisar Rp45 ribu per tabung. Di sejumlah titik, bahkan tembus Rp60 ribu hingga Rp80 ribu.

Harga itu itu jelas mencekik warga kecil. Padahal, elpiji tersebut disubsidi negara. Harusnya meringakan beban. Namun faktanya tambah bikin susah.

Warga Putussibau, Abdul Nasarudin, mendesak aparat segera turun tangan. Pengawasan terhadap agen dan pangkalan diminta diperketat. Jangan biarkan masyarakat terus susah.

Ia menduga kuat ada permainan di tingkat pangkalan dan agen. Polanya disebut mirip praktik kecurangan di SPBU. Antrean dikuasai kelompok tertentu. Gas diambil dalam jumlah besar, lalu dijual kembali ke pengecer dengan harga tinggi.

“Ini harus ditertibkan. Kalau tidak, rakyat kecil terus jadi korban,” ujarnya.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, turut kesal. Ia menegaskan aparat kepolisian harus bertindak tegas jika ditemukan permainan di tingkat agen maupun pangkalan.

“Kalau ada yang sengaja menyimpan gas untuk dijual mahal, harus ditindak. Jangan sampai gas subsidi dijadikan ladang untung, kasihan masyarakat,” tegasnya.***


Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : Abdul Halikurrahman

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar