Buah Langsat Lokal Banjir, Warga Sanatab Sambas Merugi hingga 1 Ton Tak Terjual

29 Januari 2026 13:55 WIB
Langsat lokal Sambas yang panen melimpah justru membuat warga Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas/IST

SAMBAS, insidepontianak.com – Musim panen buah langsat tahun ini justru membawa kesedihan bagi warga Dusun Sawah, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. 

Melimpahnya hasil panen tidak diiringi dengan adanya pembeli, sehingga buah langsat terpaksa dibiarkan gugur dan membusuk di tanah.

Lambertus (55), salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya melihat hasil alam yang tidak memiliki nilai jual sama sekali. Ia mengaku memiliki sekitar 20 batang pohon langsat kampung yang tahun ini berbuah lebat.

“Pohonnya banyak berbuah, tapi tahun ini tidak ada sama sekali yang dijual. Tahun lalu masih ada harga dan laku,” ujarnya, Kamis (29/1/2026). 

Menurut Lambertus, panen langsat kali ini bisa mencapai sekitar satu ton. Namun karena terjadi banjir buah langsat dan tidak ada pembeli yang datang, seluruh hasil panen habis jatuh ke tanah.

“Mau dimakan tidak mungkin semua, mau dijual tidak ada pembeli. Buahnya habis gugur begitu saja,” katanya.

Ia membandingkan kondisi tahun ini dengan tahun sebelumnya, di mana buah langsat masih memiliki nilai ekonomi. Saat itu, harga langsat masih berkisar Rp10.000 per kilogram dan cukup diminati pasar.

“Tahun lalu masih ada harga, sekarang tidak ada sama sekali. Sedih rasanya lihat hasil alam tidak ada harganya,” ucap Lambertus.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan hanya dialaminya sendiri, tetapi juga dirasakan oleh hampir seluruh warga kampung yang memiliki pohon langsat.

“Bukan cuma saya, warga kampung juga sama semua,” jelasnya.

Lambertus dan warga lainnya berharap ke depan, khususnya untuk buah-buahan yang akan memasuki masa panen berikutnya, ada perhatian dari pembeli maupun pihak terkait agar hasil pertanian warga tidak kembali terbuang sia-sia.

“Kami berharap semoga ke depan ada pembeli,” pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar