Sambas Siaga Karhutla, Dinkes Ingatkan Ancaman ISPA
SAMBAS, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Sambas menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pasalnya, ancaman kebakaran meningkat seiring minimnya curah hujan sejak Januari. Musim kemarau membuat lahan gambut kering dan mudah tersulut api.
Kebakaran lahan telah terjadi di Kecamatan Selakau. Berdasarkan perkiraan BPBD setempat, luas area yang terbakar mencapai sekitar 24 hektare.
Dampaknya tak hanya merusak lahan. Kabut asap mulai mencemari udara. Meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pun mengancam.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ganjar Eko Prabowo, mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Kabut asap sangat berbahaya bagi kesehatan karena partikel halusnya bisa masuk ke paru-paru dan memicu gangguan kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, potensi peningkatan kasus ISPA cukup besar, jika kebakaran lahan terus meluas dan kabut asap semakin pekat.
“Kabut asap dapat memicu kenaikan kasus ISPA di masyarakat,” jelasnya.
Meski hingga kini belum tercatat lonjakan signifikan kasus ISPA, pemerintah daerah meminta warga tidak lengah. Langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini.
“Upaya antisipasi penting agar tidak terjadi lonjakan gangguan kesehatan secara massal,” tegasnya.
Ganjar juga mengingatkan posisi Sambas sebagai daerah perbatasan membuat wilayah ini berpotensi terdampak kabut asap lintas negara.
“Kabut asap tidak mengenal batas wilayah. Daerah perbatasan seperti Sambas perlu lebih waspada,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kualitas udara di dalam rumah, serta membatasi aktivitas luar, terutama bagi kelompok rentan dan penderita gangguan pernapasan.
Warga juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan memperbanyak minum air putih.
“Jika mengalami gejala ISPA, batuk berkepanjangan, atau sesak napas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.***
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment