Giliran LPG 5,5 Kg Naik, Beban Rumah Tangga dan UKM Makin Bertambah

23 April 2026 13:41 WIB
LPG 5,5 Kg/IST

SAMBAS, insidepontianak.com – Kenaikan harga LPG nonsubsidi mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di Kabupaten Sambas. Gas ukuran 5,5 kilogram yang banyak digunakan rumah tangga dan pelaku usaha kecil kini menjadi beban tambahan di tengah naiknya harga kebutuhan pokok lainnya.

Risma, seorang warga Sambas, mengaku harus menambah anggaran belanja keluarga akibat kenaikan harga gas yang selama ini digunakan untuk memasak. Ia menyebut, sebelumnya LPG 5,5 kilogram masih bisa didapat di kisaran Rp105 ribu hingga Rp110 ribu per tabung.

“Dengan harga lama saja sudah terasa berat, apalagi sekarang kebutuhan pokok juga banyak yang naik. Kalau gas ikut naik, pengeluaran jadi makin besar,” ujarnya, Kamis (23/4/2026). 

Kata dia, harga LPG 5,5 kilogram di wilayah Kalimantan diperkirakan mencapai Rp114 ribu per tabung setelah penyesuaian biaya distribusi. Ia khawatir harga di tingkat konsumen bisa lebih tinggi dari angka tersebut.

“Kalau sudah Rp114 ribu, nanti sampai ke tangan pembeli bisa lebih mahal lagi. Otomatis pengeluaran bertambah,” tambahnya.

Pemerintah sendiri telah mengumumkan penyesuaian harga LPG nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026. Untuk ukuran 12 kilogram, harga naik dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung atau sekitar 18,75 persen. Sementara LPG 5,5 kilogram naik dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu, atau sekitar 18,89 persen untuk wilayah Jawa dan Bali.

Adapun harga di luar wilayah tersebut, termasuk Kalimantan, disesuaikan dengan biaya distribusi sehingga berpotensi lebih tinggi.

Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan oleh ibu rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil dan industri rumahan. Pasalnya, banyak di antara mereka mengandalkan LPG nonsubsidi karena lebih mudah didapat dibandingkan tabung gas 3 kilogram. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar