Jelang Idul Adha, Sambas Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

7 Mei 2026 15:37 WIB
Hewan Kurban/IST

SAMBAS, insidepontianak.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas mulai melakukan berbagai persiapan untuk memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet), Makbullah mengatakan, pihaknya saat ini telah melakukan pendataan stok hewan kurban milik peternak di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas.

“Data sementara ada sekitar 1.107 ekor hewan kurban yang tersebar di 16 kecamatan,” katanya, Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan, selain pendataan, dinas juga mulai mengintensifkan langkah pencegahan penyakit hewan menular strategis (PHMS) dan zoonosis menjelang pelaksanaan kurban.

Menurutnya, surat imbauan kewaspadaan penyakit hewan telah disiapkan dan akan disampaikan kepada petugas peternakan di tingkat kecamatan. Sosialisasi terkait tata cara pemotongan hewan dan penanganan daging kurban yang baik juga akan dilakukan kepada masyarakat.

“Menjelang Idul Adha kami akan membagikan leaflet tentang tata cara pemotongan hewan dan penanganan daging kurban yang benar. Saat hari pelaksanaan kurban nanti, petugas juga turun langsung melakukan pengawasan di lapangan,” katanya.

Sebanyak 14 petugas peternakan disiapkan untuk melakukan pengawasan di 19 kecamatan di Kabupaten Sambas. Pemerintah daerah juga memastikan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap ternak sapi terus dilakukan, termasuk terhadap calon hewan kurban.

Di sisi lain, meningkatnya permintaan kambing kurban mulai membuat stok kambing jantan milik peternak lokal menipis. Bahkan, sejumlah peternak mengaku kehabisan kambing dengan bobot favorit pembeli.

Sekretaris Perhimpunan Peternak Kambing Sambas Indonesia, Juliadi mengatakan, kambing dengan berat sekitar 25 kilogram saat ini paling banyak dicari masyarakat.

“Kalau sekarang mencari kambing kisaran 25 kilogram, banyak peternak yang sudah kosong. Kalaupun ada, biasanya sudah dipesan,” ujarnya. 

Ia menyebut kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun menjelang Idul Adha. Tingginya permintaan belum sebanding dengan kemampuan produksi peternak lokal.

Berdasarkan data tahun 2024, kebutuhan kambing kurban di Kabupaten Sambas mencapai sekitar dua hingga tiga ribu ekor. Namun, peternak lokal baru mampu menyediakan sekitar 1.300 hingga 1.500 ekor.

“Anggota perhimpunan kami ada 148 peternak yang tersebar di Sambas, tapi memang belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar saat Idul Adha,” katanya.

Menurut Juliadi, salah satu kendala utama adalah tingginya risiko mendatangkan kambing dari luar daerah. Perbedaan cuaca dan kondisi perjalanan kerap membuat ternak stres hingga mati.

“Pengalaman peternak, kalau mendatangkan 10 ekor dari luar, biasanya yang bisa bertahan hanya enam atau tujuh ekor. Ada yang sakit bahkan lumpuh karena perjalanan jauh,” ungkapnya.

Karena itu, sebagian besar peternak di Sambas kini lebih memilih mengandalkan stok ternak yang sudah dipelihara di kandang masing-masing dibanding mendatangkan kambing dari luar Kalimantan Barat maupun Pulau Jawa.

"Sementara itu, harga kambing menjelang Idul Adha mulai bergerak naik. Untuk kambing jantan dijual sekitar Rp125 ribu per kilogram, sedangkan kambing betina berkisar Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram, " pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar