Potensi Karhutla Mengancam Wilayah Pertanian Besar Sambas, Perusahaan Sawit Wajib Patuhi Aturan
SAMBAS, insidepontianak.com – Sektor pertanian dan perkebunan menjadi perhatian utama pemerintah Kabupaten Sambas dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal ini mengingat luas kawasan pertanian dan perkebunan di daerah ini sangat besar dan rawan mengalami kebakaran, terutama saat musim kemarau tiba.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Apriadi, menyampaikan bahwa total luas kawasan yang menjadi perhatian mencapai ratusan ribu hektare. Rinciannya, lahan perkebunan sekitar 230 ribu hektare, lahan persawahan seluas 45 ribu hektare, dan lahan hortikultura mencapai sekitar 50 ribu hektare.
“Perkebunan sekitar 230 ribu hektare, padi 45 ribu hektare, dan hortikultura sekitar 50 ribu hektare,” ujarnya, Jum'at (8/5/2026).
Ia menjelaskan, kebakaran lahan di sektor ini masih sering terjadi, khususnya saat proses pembukaan lahan baru. Masih terdapat sebagian masyarakat yang menggunakan metode tebang dan bakar, karena dinilai lebih murah biayanya dan lebih cepat pengerjaannya dibandingkan cara mekanis.
Selain aktivitas masyarakat, Apriadi juga menyoroti keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di wilayah Sambas. Sebagian besar lokasi usaha tersebut berada di kawasan lahan gambut yang sangat rentan terbakar dan sulit dikendalikan jika api sudah merambat.
“Terdapat sekitar 34 perusahaan sawit di Sambas dengan luas mencapai 184 ribu hektare. Sebagian berada di lahan gambut yang rawan terbakar,” katanya.
Kata dia, pemerintah kembali menegaskan aturan main yang wajib dipatuhi oleh seluruh pihak, baik masyarakat maupun pelaku usaha.
Perusahaan perkebunan diwajibkan menerapkan sistem pembukaan lahan tanpa bakar atau zero burning sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Perusahaan wajib membuka lahan tanpa bakar,” tegas Apriadi.
Ia berharap pengendalian karhutla dapat berjalan efektif melalui kerja sama semua pihak.
"Penguatan pengawasan, pengelolaan lahan yang baik, serta perbaikan jaringan irigasi menjadi kunci utama agar sektor pertanian tetap aman dari ancaman kebakaran dan tetap produktif saat musim kemarau tiba, " pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -
Tags :

Leave a comment