Bupati Satono Tinjau Jembatan Rusak di Desa Tebuah Elok Subah

9 Mei 2026 11:21 WIB
Bupati Sambas Satono bersama forkopimda tinjau jembatan nyaris ambruk di Dusun Elok Asam, Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Jumat (8/5/2026).

SAMBAS, insidepontianak.com — Bupati Sambas Satono turun langsung meninjau jembatan nyaris ambruk di Dusun Elok Asam, Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Jumat (8/5/2026). 

Ia turun langsung melihat  kondisi jembatan yang mengalami kemiringan akibat diterjang arus sungai deras disertai hantaman kayu serta pepohonan tumbang.

Jembatan tersebut diketahui menjadi akses utama masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan hingga kebutuhan sehari-hari. Kerusakan pada jembatan itu pun dikhawatirkan dapat mengisolasi warga apabila tidak segera ditangani.

“Bersama Dandim 1208 dan BPBD, kami hadir langsung melihat kondisi jembatan yang hampir ambruk akibat derasnya arus air. Ini adalah akses utama masyarakat, sehingga harus menjadi perhatian serius,” ujar Bupati Satono.

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan mengupayakan pembangunan kembali jembatan tersebut agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

“Memang jembatan ini telah dibangun sekitar empat tahun lalu. Namun karena hantaman arus dan pepohonan tumbang, kondisi jembatan menjadi miring. Pemda Sambas akan mengusahakan pembangunan kembali agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Sambas akan lebih dulu mengupayakan bantuan melalui anggaran pemerintah pusat. Namun jika belum memungkinkan, pembangunan jembatan disebut tetap akan dilakukan melalui gotong royong bersama TNI dan masyarakat.

“Kita usahakan melalui anggaran pusat. Tetapi jika belum memungkinkan, Pemda Sambas bersama Dandim 1208 dan masyarakat akan gotong royong membangun kembali jembatan ini. Yang penting masyarakat jangan sampai terisolasi,” katanya.

Selain memastikan penanganan cepat, Satono juga mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan jembatan ke depan, salah satunya dengan pembatasan tonase kendaraan agar usia bangunan lebih panjang.

“Saya berharap masyarakat bersabar dalam proses pembangunan ulang ini. Nantinya juga perlu ada pembatasan muatan kendaraan agar jembatan bisa lebih awet dan aman digunakan bersama,” tutupnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar