Musdat DAD Kembayan: Gawai Harus Kembali ke Makna Syukur, Tanpa Judi dan Komersialisasi
SANGGAU, insidepontianak.com – Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, menegaskan pelaksanaan Gawai Adat Dayak (Mpori Sowo) harus kembali ke makna aslinya: sebagai ungkapan syukur.
Karena itu, kegiatan gawai ke depan diinginkan tidak lagi dijadikan ajang komersialisasi. Arena perjudian dilarang.
Penegasan itu menjadi salah satu hasil Musyawarah Adat (Musdat) 2026 yang digelar di Aula Paroki Gembala yang Baik, Kuala Dua, Selasa (31/3/2026).
Sekretaris DAD Kembayan, Paulus, mengatakan gawai harus mengedepankan nilai kebersamaan dan nilai luhur.
“Gawai harus dijaga. Tidak boleh dikomersialisasi berlebihan dan harus bebas dari praktik judi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan gawai tingkat kampung akan digelar dalam dua gelombang pada Mei 2026.
Setelah itu, gawai tingkat kecamatan dilaksanakan usai seluruh kampung menyelesaikan rangkaian kegiatan.
Masyarakat adat Kembayan juga berkomitmen ikut dalam Gawai Nosu Minu Podi di Dori Empulor pada 7–9 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelestarian budaya dan penguatan identitas adat Dayak.
Selain soal gawai, Musdat juga menyoroti persoalan sosial di masyarakat. Salah satunya penyalahgunaan narkoba yang mulai merambah hingga ke kampung.
“Kami sangat prihatin. Ini sudah menyasar generasi muda,” ujarnya.
Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak. Sementara pemerintah, sekolah, dan aparat penegak hukum didorong memperkuat edukasi serta penindakan.
Musdat juga menyinggung maraknya pencurian buah kelapa sawit. Baik di lingkungan perusahaan maupun kebun warga.
Paulus menegaskan, pelanggaran tetap dikenakan sanksi adat. Namun, jika berulang atau masuk kategori pidana, akan diproses secara hukum.
“Kalau sudah berulang, tentu ditindak sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.
Melalui Musdat ini, generasi muda Dayak diharapkan tidak hanya menjadi penonton. Tapi ikut ambil peran dalam pembangunan.
“Mereka harus jadi pelaku perubahan. Dengan semangat persatuan dan kemandirian,” pungkasnya.***
Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment