Anak Tidak Sekolah di Sanggau Capai 11 Ribu, Komisi IV DPRD: Sinyal Merah Pendidikan
SANGGAU, insidepontianak.com – Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Sanggau tercatat mencapai 11 ribu orang.
Angka itu dinilai menjadi sinyal merah bagi dunia pendidikan di Bumi Daranante. Ketua Komisi IV DPRD Sanggau, Paulus, turut prihatin dengan kondisi tersebut.
Menurutnya, tingginya angka anak tidak sekolah menunjukkan persoalan pendidikan yang harus segera ditangani serius oleh pemerintah daerah.
“Angka anak tidak sekolah lebih dari 11 ribu ini sangat besar,” ujarnya kepada Insidepontianak.com, Kamis (7/5/2026).
Ia juga menyoroti rata-rata lama sekolah di Sanggau yang baru mencapai 7,5 tahun. Kondisi itu menunjukkan program wajib belajar sembilan tahun belum sepenuhnya tercapai.
“Ini jelas menjadi sinyal merah. Bukan hanya persoalan Disdikbud, tetapi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Komisi IV mendukung langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membentuk Kelompok Belajar (Pokjar) di tingkat desa hingga lembaga pemasyarakatan.
Program itu dikolaborasikan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa serta Disdukcapil di bawah pengawasan Wakil Bupati Sanggau.
“Pendekatan kolaboratif dan jemput bola ini langkah yang tepat, mengingat faktor geografis dan ekonomi menjadi penyebab utama anak putus sekolah,” katanya.
Melalui program tersebut, Paulus berharap pemutakhiran data anak tidak sekolah juga dapat dipercepat dan terintegrasi sehingga penanganannya lebih terukur dan tepat sasaran.
“Program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C harus dipercepat dan diperluas, termasuk pemberian insentif bagi anak yang kembali sekolah,” pungkasnya.***
Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment