Golkar Kalbar Ajak Semua Pihak Cari Solusi Karhutla, Tak Terjebak Polemik Pencabutan Perda

24 Agustus 2026 17:18 WIB
Foto: insidepontianak.com -- Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Barat, Ichfany didampingi Sekretaris, Fransiskus Ason./IST

SANGGAU, insidepontianak.com -- Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Barat, Ichfany, angkat bicara terkait polemik pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Barat Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal.

Ia mengatakan ketimbang berdebat terkait dengan pencabutan Perda tersebut, lebih baik seluruh pemangku kepentingan dan element masyarakat duduk bersama mencari solusi terbaik untuk penanganan Karhutla di Kalimantan Barat yang kian memprihatinkan.

"Golkar mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencari akar masalah Karhutla dan asap ini sebenarnya di mana," kata Ichfany, Senin (24/8/2026), di Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Sanggau.

Ichfany juga menyinggung partai politik yang sebelumnya menjadi bagian dari koalisi pendukung Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat terpilih. Ia menilai semestinya partai pendukung ikut berada di barisan terdepan dalam memberikan solusi terhadap persoalan Karhutla, bukan hanya terjebak dalam polemik pencabutan Perda.

"Teman-teman partai yang kemarin mendukung Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, semestinya menjadi garda terdepan untuk bersama-sama memberikan solusi dan tidak terjebak di soal cabut-mencabut Perda saja," tegasnya.

Ichfany mengatakan, Perda Nomor 1 Tahun 2022 telah berlaku sejak empat tahun lalu. Ia menilai, selama rentang 2022 hingga 2026, kondisi Karhutla dan kabut asap di Kalimantan Barat cenderung lebih terkendali.

Namun, Ia menegaskan, pernyataannya bukan untuk memperdebatkan apakah Perda tersebut perlu dicabut atau dipertahankan.

"Saya tidak bicara soal cabut atau tidak cabut seperti itu. Tapi saya ingin mengajak, sebelum kita bicara cabut atau tidak cabut, ayo kita cari akar masalahnya di mana," ujarnya.

Menurut Ichfany, persoalan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, partai politik, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya harus duduk bersama agar persoalan tersebut dapat ditangani secara lebih menyeluruh.

"Saya pikir jika kita mampu duduk bersama, bergandengan tangan, kondisi Karhutla dan asap saat ini bisa terkendali," pungkasnya. (*)


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar